logo

Sambut Imlek, China Bebaskan 1.300 Tahanan Selama 5 Hari

Sambut Imlek, China Bebaskan 1.300 Tahanan Selama 5 Hari

Ilustrasi pembebasan tahanan China.
13 Februari 2018 03:17 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - BEIJING: Sekitar 1.300 tahanan di China mendapat cuti sementara dari Otoritas penjara China. Selama cuti penjara 5 hari itu, para tahanan diperbolehkan keluar dari penjara dan berkumpul bersama keluarga mereka.

Kebijakan tersebut dibuat pemerintah China untuk menyambut perayaan tahun baru imlek.

Mengutip The Beijing News, Senin (12/2/2018), para tahanan yang mendapat pengampunan itu telah dipilih dengan sangat hati-hati.

"Tahanan yang dihukum karena melakukan kejahatan dengan kekerasan atau yang berkaitan dengan terorisme, peredaran narkoba dan kejahatan terorganisir, tidak diberi ampunan cuti.

Mereka yang terpilih untuk mendapat pengampunan sementara, telah menjalani setidaknya setengah dari masa hukuman mereka. Tidak lupa juga berdasarkan catatan kelakuan baik.

Adanya program pengampunan sementara itu, menurut pejabat sipir di Shanghai, dilakukan demi mendorong para tahanan untuk bertobat dan membantu agar mereka dapat berubah.

"Ini adalah cara bagi masyarakat untuk mengajar dan mempengaruhi para tahanan dengan kasih sayang," ujar pejabat itu.

Tahun baru imlek merupakan perayaan paling penting dalam tradisi masyarakat China yang secara luas memanfaatkannya sebagai waktu untuk reuni keluarga.

Di Shanghai, sebanyak 10 tahanan diizinkan keluar dari penjara mulai Kamis (15/2/2018) dan harus kembali ke dalam sel pada Senin (18/2/2018).

Mereka akan dilengkapi dengan alat penanda elektronik yang terpasang di pergelangan tangan dan wajib melapor kepada petugas penjara setiap malam.

Penjara provinsi yang paling banyak membebaskan tahanan mereka adalah Sichuan dengan 260 tahanan. Sementara penjara Shaanxi membebaskan lebih dari 100 orang tahanan.

Dilaporkan Legal Daily mengutip kementerian peradilan China, program tersebut kemungkinan akan kembali digelar tahun mendatang.

Meski demikian ini bukan kali pertama dilakukan. Pada 1985 lalu, program serupa sempat dilakukan namun dengan cepat dihentikan dengan alasan masalah logistik dan keuangan. ***