logo

Penggugat Bertanya Ngalor-ngidul, Saksi Menjawab Sekenanya

Penggugat Bertanya Ngalor-ngidul, Saksi Menjawab Sekenanya

advokat Prof DR Otto Hasibuan SH
09 Februari 2018 21:14 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

 

JAKARTA (Suara Karya): Advokat senior Prof DR Otto Hasibuan SH dan sejumlah saksi menyatakan keheranannya dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan penggugat Sugiharso Santoso dalam sidang (gugatan) kepemilikan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) logo Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkindo) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Pasalnya, gugatan terhadap Sony Franslay kaitannya dengan hak cipta logo Apkindo. Namun yang ditanyakan Sugiharso Santoso selaku penggugat nyaris tidak ada hubungannya dengan hak cipta. Jika hakim mengingatkan, penggugat “berlindung” dengan kata-kata “mohon dimaklumi Pak Hakim latar belakang saya insinyiur dan bukan sarjana hukum”.

Penggugat yang tidak didampingi penasihat hukum itu bertanya “ngalor-ngidul” kepada empat saksi, terutama terhadap dua saksi yang disebut-sebut penggugat ikut melaporkannya ke polisi. Akhirnya saksi Hengky Gunawan, Irwan Gunawan dan I Jafari seringkali menjawab sekenanya pertanyaan penggugat.

“Biasanya pemilik hak cipta yang mengajukan gugatan. Ini tidak, jadi lucu persidangan ini. Karena dia (Sugiharso Santoso) bukanlah pemilik hak cipta logo Apkindo,” ujar Jafari. Sayangnya, Ketua Majelis Hakim Marulah Purba tidak membatasi penggugat untuk mengajukan pertanyaan terkait hak cipta saja. Meski berulangkali diperingatkan hakim, Sugiharso Santoso sendiri berulangkali pula mengajukan pertanyaan menyimpang jauh dari hak cipta.

Keempat saksi pun dalam keterangannya dengan tegas menyatakan bahwa hak cipta logo Apkindo adalah milik Sony Franslay. Logo tersebut dibuat sejak awal berdiri DPP Apkindo di Jakarta tahun 1991.

“Kebetulan Sony Franslay juga yang mendeklarasikan pendirian DPP Apkindo di Jakarta untuk pertama kalinya. Dia juga menjadi ketua umumnya yang pertama,” tutur Hengky Gunawan.

Selanjutnya, menurut para saksi, saat ganti ketua umum dari Sony Franslay kepada beberapa orang sampai saat ini, Sony Franslay menitipkan penggunaan logo Apkindo tersebut kepada para pengurus pusat. Semua Ketua Umum Apkindo yang menggantikan Sony Franslay pun membuat surat peminjaman atas logo Apkindo.

Menjawab pertanyaan Otto Hasibuan apakah pernah dijual hak cipta logo Apkindo tersebut, keempat saksi dengan tegas menyatakan tidak pernah sama sekali. Tidak pernah pula ada pihak yang mengklaim hak cipta logo Apkindo itu selain penggugat.

Para saksi menyebutkan tidak ada pula yang berkeberatan saat Sony Franslay mendaftarkan hak cipta logo Apkindo itu ke Ditjen HAKI pada Depkuham. “Yang bermasalah hanya soal kepengurusan dan aset saja. Itu pun terjadi, karena ada kepengurusan tandingan yang kami nilai tidak punya landasan sama sekali,” ujar saksi.

Diakui saksi, pengurus Apkindo tandingan sempat mengklaim bahwa aset yang ada milik Apkindo kepengurusan mereka. Tetapi, para saksi yang juga mantan pengurus Apkindo merasa klaim itu tidak mendasar dan tidak didukung fakta dan bukti-bukti akurat.

“Kepengurusan DPP Apkindo sekarang dengan Ketua Rudi Mulyadi tidak bisa diganggu gugat. Dia terpilih sesuai AD/ART Apkindo. Sedangkan yang tandingan atau kubu lain itu tidak jelas asal-usulnya,” ujar Jefari. 

 

Editor : B Sadono Priyo