logo

UNBK Ngeri-ngeri Sedap

UNBK Ngeri-ngeri Sedap

29 January 2018 18:43 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

Oleh: Gungde Ariwangsa SH

Kemajuan teknologi gadget telah merambah  dunia pendidikan Indonesia. Salah satu buktinya bisa dilihat dalam pelaksanaan ujian nasional. Pada zaman old dilaksanakan dengan memakai kertas atau yang lebih dikenal dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT). Zaman now ujian nasional sudah dilakukan dengan komputerais atau Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Ketika UNBK pertama kali diterapkan tahun 2014 banyak memunculkan kegemparan. Pro dan kotra muncul karena belum semua sekolah dalam berbagai tingkatan di Tanah Air sudah memeiliki jaringan komputer. Secara perlahan namun pasti kendala yang ada diatasi dan UNBK terus berjalan.

Dalam situs ubk.kemdikbud.go.id, Selasa (16/1/2018), disebutkan penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014. Waktu itu UNBK dilaksanakan secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasilnya cukup menggembirakan sehingga UNBK dilaksanakan secara nasional. Meskipun masih ada beberapa daerah terpencil sistem ini belum dapat dilaksanakan.

UNBK juga bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Dalam perkembangannya pelaksanaan UNBK terus meningkat.

Pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 556 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri. Pada tahun 2016 dilaksanakan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 4382 sekolah yang tediri dari 984 SMP/MTs, 1298 SMA/MA, dan 2100 SMK. Jumlah sekolah yang mengikuti UNBK tahun 2017 melonjak tajam menjadi 30.577 sekolah yang terdiri dari 11.096 SMP/MTs, 9.652 SMA/MA dan 9.829 SMK.

UNBK tahun ini akan dilaksanakan pada April 2018. Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) akan mengawali UNBK tahun ini dari 2 April - 5 April 2018. Kemudian disusul tingkat SMA 9 April - 12 April 2018.
Sedangkan utnuk UNBK tingkat SMP dilaksanakan pada 23 April - 26 April 2018.

Pelaksanaan UNBK untuk meningkatkan efisiensi, mutu, reliabilitas, integritas, dan kehematan pelaksanaan ujian nasional. Dari segi pengerjaan, siswa memang tidak perlu memakai kertas atau membawa alat tulis yang terlalu banyak lagi. Karena semuanya dikerjakan di komputer, mulai dari pengisian identitas hingga soal demi soal yang harus diselesaikan.

Tapi, sebenarnya tetap ada pro dan kontra tentang pengerjaan UNBK ini. Karena setiap perubahan tidak luput dari kendala yang terjadi.

Penyelenggaraan UNBK ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan ke server lokal yaitu sekolah. Kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal ke server pusat secara online.

Jadi, dari cara mengerjakan UNBK rasanya hampir sama seperti pengerjaan dengan kertas. Siswa bisa memilih soal mana yang ingin dikerjakan duluan dan siswa juga bisa mengoreksi jawaban yang dirasa salah sesuai dengan waktu pengerjaan. Dan lagi, mengerjakan soal dengan komputer, siswa dapat mengatur font tulisan sehingga mata tidak kelelahan membaca soal dengan huruf yang kecil.

Itu yang memudahkan siswa. Siswa bisa lebih sedap dalam mengerjakan soal karena tidak perlu ribet membawa kertas, pulpen, penggaris, dan juga penghapus serta alat tulis lainnya.

Namun ada yang mengerikan. Misalnya terjadi server error atau internet lemot. Internet lemot bukan jadi masalah yang berat karena setiap sekolah punya server cadangan. Kalau server error maka server cadangan langsung dihidupkan. Internet lemot tidak masalah, karena sinkronisasi data dilakukan hari sebelumnya.

Ada hal lain yang juga menimbulkan kekhawatiran. Apalagi kalau sampai terjadi listrik mati saat ujian berlangsung. Bila listrik mati maka ini bisa membuat terputusnya koneksi dari pusat. Maka dari itulah disiapkan sebuah gen set untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Dengan adanya gen set inilah sehingga membuat masalah mati listrik bisa segera teratasi. Karena gen set inilah yang akan membantu listrik menjadi kembali nyala dengan waktu yang ditentukan, meskipun listrik sedang mati dari pusatnya. Dengan begitu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi dengan ujian yang sedang berlangsung. Selain itu semua peserta ujian tidak perlu takut akan kehilangan jawaban yang telah dipilih disaat listrik sedang mati karena  tidak akan kehilangan semua jawabannya saat hal tersebut terjadi.

Dimana ketika listrik nanti sudah menyala, maka para siswa bisa memulai kembali untuk mengerjakan ujian dari nomor terakhir yang sudah mereka kerjakan sebelum listrik mati. Bahkan, para siswa juga tidak akan kehilangan waktu mereka untuk mengerjakan ujian saat listrik mati.

Meskipun segela antisipasi sudah dilakukan terhadap kendala yang akan muncul  para siswa dan semua yang berkepentingan dengan UBNK tidak lupa  berdo’a supaya semuanya bisa berjalan dengan lancar. Dengan begitu, tidak akan ada hal – hal yang tidak diinginkan.

Bagi para siswa juga perlu belajar dan berdoa. Belajar dengan baik dan disiplin untuk mata pelajaran yang diujikan sehingga siap tempur saat UNBK dilaksanakan. Selain itu jangan lupa berdoa agar bisa mengerjakan soal dengan benar sehingga bisa meraih nilai sesuai dengan harapan masing-masing. Sudah mengerjakan soal lebih mudah lulus pula.

Sedap bukan? Ya ngeri-ngeri sedaplah. ***

* Gungde Ariwangsa SH - wartawan suarakarya.id dan Ketua Harian Siwo PWI Pusat.

Editor : Gungde Ariwangsa SH