logo

Mensos Idrus Marhan Ingin Kurangi Kemiskinan

Mensos Idrus Marhan Ingin Kurangi Kemiskinan

17 Januari 2018 23:58 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marhan bertekad ingin melanjutkam program pendahulunya dalam upaya mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. 

"Saya kira langkah-langkah yang dicapai pemerintahan Jokowi dalam mengurangi angka kemiskinan perlu diteruskan," kata Idrus usai pelantikan dirinya sebagai Mensos di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (17/1/2017)

Menurut Idrus, jumlah orang miskin di Indonesia sekarang ini tercatat 101 juta. Kalau selama ini pemerintah Jokowi telah berhasil mengurangi angka kemiskinan hingga 1,2 juta maka ke depan, jumlah itu diharapkan bisa ditingkatkan, 

Secara khusus. Idrus Marham merasa antusias mengemban tugas jabatan barunya sebagai Mensos.  Ia pun  mengaku, akan banyak belajar dari Mensos sebelumnya, Khofifah Indar Parawansa, terutama mengenai program Presiden Joko Widodo dalam mengurangi kemiskinan.

"Saya akan banyak belajar dari Mbak Khofifah tentang langkah langkah yang diambil. Saya kira langkah-langkah yang dicapai pemerintah Presiden Jokowi cukup bagus," kara Idrus Marhan. "Ke depan, kita harus lebih baik lagi," ujarnya.

Secara khusus, Idrus Marhan menegaskan bahwa selama kepemimpinannya, ia akan menerapkan motto kabinet Jokowi, yaitu kerja, kerja, kerja. Ia juga sadar bahwa niat untuk mengurangi kemiskinan itu mesti disertai dengan program-program yang mendukung Nawacita Jokowi.

Lebih jauh Idrus Marhan menjelaskan, untuk bisa mengurangi jumlah angka kemiskinan tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba. Tetapi perlu melalui proses disertai dengan program-program yang mendukung.itu tentu tidak bisa dilakukan  secara tiba tiba, tapi  melalui proses pelaksanaan program-program yang dilakukan pemerintah Jokowi. "Tentu ke depan selama 1,5 tahun sebagai menteri yang baru saja dilantik, kuncinya adalah dua, pertama akselerasi kerja-kinerja sesuai filosofi kabinet ini kerja, kerja, kerja," ujarnya pula. 

"Yang kedua adalah sinergitas, kenapa karena untuk bisa mengatasi kemiskinan,  bukan hanya kementerian sosial sebagai satu-satunya yang bertanggung jawab tapi ini tanggung jawab bersama. "Termasuk bagaimana program-program yang ada jalan, dan punya implikasi terhadap pengurangan kemiskinan itu," ujarnya pula,. ***