logo

Berat Badan Turun Drastis Tanpa Sebab, Waspadai Kanker Limfoma

Berat Badan Turun Drastis Tanpa Sebab, Waspadai Kanker Limfoma

Prof. Dr. dr. Arry H. Reksodiputro
17 Januari 2018 22:46 WIB
Penulis : Windrarto

DEPOK (Suara Karya): Ketika berat badan seseorang turun drastis selama tiga bulan, bukan lantaran sedang menjalani diet, maka perlu diwaspadai.Sebab, bukan tidak mungkin terjadi gangguan kesehatan serius. Salah satunya kanker Limfoma Hodgkin.

Menurut Prof. Dr. dr. Arry H. Reksodiputro, SpPD-KHOM, Ketua Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik (Perhompedin), penyakit ini dapat menyerang siapa saja, termasuk kalangan berusia muda.

Data yang ada padanya menunjukkan mayoritas penderitanya ada pada kelompok usia remaja dan dewasa muda. “Lebih dari sepertiga kasus ditemukan pada usia 15-30 tahun dan menyumbang sekitar 20 persen dari total jumlah kasus limfoma,” paparnya dalam diskusi kesehatan tentang kanker Limfoma Hodgkin, Rabu (17/1/2018).

Secara global, lebih dari 62.000 orang terdiagnosa Limfoma Hodgkin di mana sekitar 25.000 orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit ini. Di Indonesia, angka kasus baru Limfoma Hodgkin pada tahun 2012 mencapai sebesar 1.168, dengan jumlah kematian sebesar 687.

Angka ini, menurut data Globocan,  diprediksi akan meningkat di tahun 2020, dengan kasus baru sebesar 1.313 serta angka kematian sebesar 811. Angka kematian yang tinggi di Indonesia terkait erat dengan keterlambatan pendeteksian, sehingga mengakibatkan sebagian besar kasus kanker sudah berada pada stadium lanjut.

Kanker Limfoma Hodgkin, jelasnya, adalah kanker yang menyerang sistem kelenjar getah bening yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh.

Gejala paling umum dari Limfoma Hodgkin di antaranya benjolan pada kelenjar getah bening yang ditemui di daerah leher, ketiak dan pangkal paha. Gejala lainnya termasuk demam atau meriang, berkeringat di malam hari, penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas hingga sebesar 10 persen atau lebih, kelelahan yang berlebihan dan kekurangan energi, kehilangan nafsu makan, batuk yang berkepanjangan, pembesaran limpa dan/atau hati.

“Sayangnya, karena tidak umum, banyak masyarakat tidak mengenal faktor risiko dan gejalanya,” kata Arry. Padahal, 80 persen dari kasus Limfoma Hodgkin dapat disembuhkan melalui kemoterapi jika terdeteksi dini.

“Untuk itu, penting untuk tidak meremehkan benjolan pada tubuh, meski ukurannya kecil,” tururnya.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto