logo

Harga Beras Turun Usai Operasi Pasar

 Harga Beras Turun Usai Operasi Pasar

Gudang beras Bulog

SEMARANG (Suara Karya): Harga beras di pasar-pasar tradisional mulai turun hingga Rp800 per kilogram, usai Bulog menggencarkan operasi pasar. Setidaknya dalam tempo 12 hari, Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah berhasil menyalurkan 17.200 ribu ton beras.

"Penyaluran beras memang menjadi bagian dari operasi pasar, setelah melihat situasi harga beras yang terus naik di pasaran," kata Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari, Jumat (12/1/2018).

Djoni mengakui, tercatat sejak akhir tahun 2017 lalu harga beras di pasaran sudah mengalami kenaikan. Kondisi tersebut berlanjut hingga memasuki Januari 2018. Pihaknya menargetkan, penyaluran beras akan bisa menstabilkan harga.

Penyaluran terus dilakukan Bulog secara bertahap. Khusus Kota Semarang mendapatkan alokasi paling besar, yakni sekitar 40 persen. Dia mengaku, akan terus menyuplai beras tersebut ke sejumlah pasar selama harga masih tinggi.

"Kami sudah menyalurkan sekitar 17.200 ton atau sebesar 58,29 persen dari target bulan Januari 2018 sebanyak 30 ribu ton," katanya.

Djoni menambahkan, Bulog telah bekerja sama dengan sedikitnya 75 pedagang pasar di 15 pasar pencatatan inflasi di Jawa Tengah. Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan pedagang di luar pasar tradisional tersebut. Totalnya mencapai 228 pedagang termasuk yang di luar pencatatan.

Usai operasi pasar digencarkan, kini perkembangan harga beras di Pasar Karangayu Semarang misalnya, telah mengalami penurunan antara Rp 500 sampai Rp 800 per kilogram.***

Pudyo Saptono
Wartawan organik Suara Karya sejak 1990. Penerima penghargaan dari Mendiknas sebagai Wartawan Paling Produktif Koran Nasional (2006).
Editor : Dwi Putro Agus Asianto