logo

Antisipasi Berbagai Hal, Pemuda Raja Ampat Dibekali Ajaran Agama

Antisipasi Berbagai Hal, Pemuda Raja Ampat Dibekali Ajaran Agama

Turis Asing Di Raja Ampat

RAJA  AMPAT (Suara Karya) : Ketua Klasis Raja Ampat Utara Provinsi Papua Barat, Pendeta Jeferson Gasper Uaga, Sth, mengatakan,  untuk mengantisipasi masuknya pengaruh asing akibat kunjungan wisatawan mancanegara di Raja Ampat, pemuda perlu dibekali dengan ajaran, sesuai dengan keyakinan agama yang dianut.

Dikatakan  Pendeta Uaga, misalnya untuk pemuda agama Kristen dibekali dengan ajaran Injil. Mereka dididik memahami nilai-nilai agama yang benar, sehingga tidak mudah menerima budaya asing yang negatif masuk di Raja Ampat.

“Ketika jam ibadah anak-anak muda aktif beribadah, bukan keluyuran menonton film-film yang bersifat keduniaan. Yang lebih ditakuti ketika anak-anak muda kita terpengaruh dengan obat-obat terlarang yang ujung-ujungnya menyengsarakan mereka sendiri,” kata Uaga di Raja Ampat, Jumat (12/1/2018).

Klasis Raja Ampat Utara ini baru dikukuhkan/diresmikan pada Sidang Sinode tanggal  11-17 Maret 2017 di Waisai Ibukota Kabupaten Raja Ampat. Dahulu Klasis Raja Ampat Utara  ini diberi nama Klasis Raja Ampat Utara Jauh.

Pengembangan Organisasi Gereja tersebut dengan tujuan untuk lebih menanamkan rasa cinta kepada agama. Sehingga para pemuda dan umat Kristen di Raja Ampat tidak terpengaruh dengan  budaya asing yang  begitu deras masuk ke kabupaten ini.

Menyinggung hubungan lintas  umat beragama di Raja Ampat, menurut Pendeta Uaga, berjalan harmonis. “Umumnya umat  Islam di Raja Ampat adalah warga asli Raja Ampat dan para pendatang yang sudah lama berdomisili di sana. Sehingga, tidak akan terjadi  silang pendapat antar umat beragama yang berakibat negatif di Raja Ampat,” kata Uaga.***

 

Yacob Nauly
Editor : Dwi Putro Agus Asianto