logo

Polda Jatim Kirim Data Personal Satgas Politik Uang

  Polda Jatim Kirim Data Personal Satgas Politik Uang

SURABAYA (Suara Karya): Polda Jatim mengirim data personel untuk dimasukkan dalam Satgas Money Politik ke Mabes Polri. Mereka nantinya akan bergabung dalam satgas yang sengaja dibentuk untuk mengawasi tindak pidana politik uang selama Pilkada serentak 2018.

Menurut Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin, satgas itu bukan terfokus pada penindakan, melainkan hanya proses penyelidikan. "Jika lidik saja tapi tidak berlanjut (transaksi money politik) maka tidak akan dilanjutkan (proses pidananya)," ujarnya di Surabaya, Jum'at (12/1/2018).

Namun jika tetap berlanjut, maka akan dilakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan ditangkap. Satgas itu melakukan penyelidikan dan selanjutnya kasus itu akan diserahkan ke Tim Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu).

Tim Gakkumdu yang terdiri dari kepolisian, kejaksaan, dan juga Bawaslu atau Panwaslu itu nanti yang akan melanjutnya prosesnya. Sementara, waktu penyelidikan oleh satgas money politic dari temuan awal hanya diberi batas waktu tujuh hari. Jika lebih dari tujuh hari, maka tidak bisa diproses.

Seperti diketahui, gagasan pembentukan satgas antipolitik uang itu berangkat dari keprihatinan terhadap calon kepala daerah yang menghalalkan segala cara agar bisa terpilih dalam pilkada. Salah satunya dengan mengeluarkan banyak uang untuk merebut hati masyarakat. Padahal, gaji kepala daerah selama lima tahun menjabat belum tentu bisa mengembalikan ongkos politik yang dihabiskan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 sebagaimana perubahan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada disebutkan bahwa pihak mana pun yang menjalankan praktik politik uang bisa dikenai sanksi. Sanksi yang dimaksud diatur dalam Pasal 187 poin A hingga D dalam UU No 10/2016. Dalam pasal tersebut disebut bahwa orang yang terlibat politik uang sebagai pemberi bisa dipenjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan.***

Andira
email: andirask@gmail.com
Editor : Dwi Putro Agus Asianto