logo

Reklamasi Pantai Dofior Di Kota Sorong Gunakan Sirtu Campur Tanah

Reklamasi Pantai Dofior Di Kota Sorong  Gunakan Sirtu Campur Tanah

Reklamasi Pantai Dofior Kota Sorong yang dikeluhkan warga

KOTA SORONG (Suara Karya) : Reklamasi  Pantai Dofior  Kota Sorong menggunakan material sirtu campur tanah.  Tanah-tanah itu,  menyebar ke sekitar pantai  tersebut membuat pencemaran.

Seharusnya, pengembang membuat dulu dam berbahan batu. Sudah rampung dam-nya barulah isi dam dimasukkan timbunan batu pasir hitam. Ini untuk menghindari pencemaran lingkungan

“Kami warga Kota Sorong,  sebenarnya tidak mempersoalkan reklamasi pantai Dofior, karena  tentunya bermanfaat bagi masyarakat di Sorong Raya umumnya. Namun yang kami sesalkan adalah pengembang menggunakan sirtu tanah  untuk menimbun ke laut,” kata Ruben warga asli Kota Sorong kepada pers di Sorong, Jumat (12/1/2018).

Timbunan tanah tersebut dikhawatirkan sedimennya, menutup bebatuan, rumah biota laut  di lingkungan pantai Dofior,Kota Sorong, Papua Barat tersebut.

Dikatakan Ruben, soal reklamasi pantai itu di mana-mana termasuk di luar negeri juga ada. Namun, pengembang diingatkan untuk tidak merusak lingkungan sekitar proyek itu.

Seharusnya,  pengembang membuat dulu semacam “dam” keliling proyek, berbahan batu. Dam tersebut  untuk menampung matrial timbunan tersebut.kemudian baru memasukkan timbunan pasir hitam ke dalam dam. Timbunan pun tidak menggunakan matrial tanah tapi pasir batu (sirtu).

Yang ditakuti warga, kata Ruben, adalah rusaknya ekosistem berupa hilangnya keanekaragaman hayati. Dikawatirkan dengan adanya reklamasi model itu, proyek ini akan merubah bentang alam (geomorfologi) dan aliran air (hydrologi) di kawasan reklamasi pantai Dofior tersebut.

Side Manager Pengembang PT Modern, membantah pihaknya telah mencemarkan lingkungan Pantai Dofior. “Perlu diketahui bahwa ketika turun hujan, perairan pantai Dofior,Kota Sorong, Papua Barat ini berwarna kuning karena limbah mengalir dari daratan. Jadi, kalau perairan ini kuning itu artinya bukan akibat  limbah tanah timbunan kami,”kata Side Manager PT Modern, Teni.

Menurut Teni, timbunan memanjang ke laut, itu dilakukan untuk membantu pihaknya membuat talud ke laut guna pekerjaan penimbunan tersebut. “Kami  akan bekerja profesional untuk reklamasi pantai Dofior. “ Kami akan mengerjakan talud pantai untuk menahan reklamai itu agar tidak terjadi pencemaran. Begitu pula kami akan lapisi dengan geotekstil untuk menahan tanah tidak  jatuh ke laut,”kata Teni. ***

 

Yacob Nauly
Editor : Dwi Putro Agus Asianto