logo

Advokat Penyuap Terima Vonis Pengadilan Tipikor

12 Januari 2018 13:57 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

JAKARTA (Suara Karya): Advokat Akhmad Zaini menerima hukumannya yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Dia mengaku salah dan akan introspeksi diri selama menjalani hukuman. Hal itu dikemukakan Akhmad Zaini menanggapi vonis majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat.

Penyuap panitera Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, yang bertindak sebagai penasihat hukum PT Aquamarine Divindo Inspection (ADP) tidak akan mengajukan banding atas  hukuman dua tahun enam bulan penjara yang dijatuhkan majelis hakim hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Tidak itu saja, Akhmad juga siap membayar denda Rp 50 juta atau menjalani kurungan selama tiga bulan.

Majelis hakim menyebutkan, terdakwa Akhmad Zaini terbukti secara sah  dan meyakinkan bersama-sama menyuap panitera PN Jakarta Selatan, Tarmizi, sejumlah Rp 425 juta. Uang suap tersebut sedianya akan diberikan kepada  majelis hakim agar menolak gugatan perkara perdata yang tengah dihadapi PT ADP.

"Terdakwa terbukti secara meyakinkan korupsi bersama-sama dan berlanjut dengan pelaku lainnya (Tarmizi telah dijatuhi hukuman terlebih dahulu)," kata Ni Made Sudani di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Akhmad dipersalahkan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Majelis hakim juga menguraikan beberapa hal yang memberatkan terdakwa. Selaku penegak hukum (advokat) perbuatan terdakwa Akhmad dinilai tak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi, profesi Akhmad Zaini sebagai advokat merupakan bagian komponen penegak hukum dan paham akan risiko serta telah merusak citra profesi dan mencoreng lembaga peradilan.

Sementara itu, hal yang meringankan terdakwa dinilai sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, dan tidak miliki penghasilan lagi sebagai tulang punggung keluarga. Jaksa KPK  sebelumnya menuntut Akhmad Zaini, 3 tahun penjara dan denda sebesar Rp50 juta subsider enam bulan kurungan. Akhmad terbukti menyuap Tarmizi untuk mempengaruhi atau menolak perkara gugatan perdata yang diajukan PT Eastern Jason Fabrication Service terhadap PT ADP. ***