logo

Objek Wisata Pemandian Air Panas Toya Bungkah Kintamani, Sepi Pengunjung

Objek Wisata Pemandian Air Panas Toya Bungkah Kintamani, Sepi Pengunjung

foto:novi
09 Januari 2018 11:37 WIB
Penulis : Silli Melanovi

 

Kawasan Kintamani memiliki beberapa tempat wisata menarik dan lokasinya berdekatan satu sama lain. Yang menjadi daya tarik dari kawasan objek wisata Kintamani adalah Gunung Batur dan pemandangan Danau Batur. Objek wisata Kintamani memiliki pemandangan perbukitan dan udara segar serta suhu udara berkisar 21 derajat celcius disiang hari.

Kawasan wisata Kintamani lokasinya berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Perjalan menuju objek wisata Kintamani dari Kota Denpasar memakan waktu sekitar 2 jam 

Di tepi danau batur terdapat permandian air panas. Menurut cerita permandian air panas itu, dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Sumber air panas Toya Bungkah Kintamani berasal dari mata air dekat dengan Gunung Batur. Gunung Batur  adalah salah satu Gunung berapi di Pulau Bali yang masih aktif.  Gunung Batur juga merupakan  gunung kedua yang paling tinggi, setelah Gunung Agung yang lokasinya berada di daerah objek wisata Besakih. Hamparan bebatuan hitam bekas letusan Gunung Batur sangat menarik dijadikan lokasi pemotretan.

Pemandian air panas Toya Bungkah Kintamani memiliki beberapa macam kolam air hangat. Dimana, para pengunjung yang masuk dikenakan biaya Rp 75 ribu/ orang, baik yang berenang atau pun tidak tetap harus membayar. Harga yang lumayan mahal. Namun, ternyata ketika sudah di dalam pengunjung pun masih dikenakan biaya, biaya sewa tempat duduk berkisar Rp 100 ribu dan handuk serta loker yang juga harus bayar.

Selain itu, wisatawan pun kurang mendapatkan fasilitas yang memadai dan kebersihan yang kurang.

Susy salah satu pengunjung dari Jakarta kepada Suara Karya mengatakan, sangat disayangkan tempat dengan pemandangan yang indah dan sejuk karena berada deket gunung ini, kurang terawat. Pada akhirnya, membuat pengunjung atau wisatawan pun enggan duduk berlama-lama di tempat ini. "Makanya dibanding temoat wisata lainnya di Bali, tempat ini tidak terlalu ramai. Mungkin karena biaya masuk yang cukup lumayan mahal. Harusnya, pengunjung yang tidak berenang tidak dikenakan biaya yang sama, harusnya lebih murah,"kata Susy.

Editor : Laksito Adi Darmono