logo

Hadirkan Lukisan Emas Korea, GAC Dorong Seniman Lokal Go International

Hadirkan Lukisan Emas Korea, GAC Dorong Seniman Lokal Go International

Jimmy Sutopo, pemilik Gallery Artpreneur Centre berpose hasil mahakarya Korean Gold Painting, pelukis Kim Il Tae
“Memiliki lukisan Kim Il Tae ini tidak ubahnya seperti kita berinvestasi di emas, selain karena terbuat dari bahan emas murni seperti emas batangan tetapi emas ini juga bisa dipajang dan dinikmati sebagai karya seni,”ungkap Jimmy, sang pemilik galeri.

JAKARTA (Suara Karya): Berangkat dari hobi dan kesadaran untuk mengangkat dunia seni Indonesia, membuat kolektor seni Jimmy Sutopo  tergerak untuk membuat galeri art bertaraf internasional.      

Gallery Artpreneur Centre (GAC) miliknya kali ini  menghadirkan pelukis terkenal asal korea Kim Il Tae. Sang pelukis merupakan pelukis satu-satunya di dunia yang melukis dengan emas murni 24 karat.

Saat ditanya kenapa memilih pelukis emas ini, Jimmy mengatakan karena  masyarakat Indonesia cinta emas dan dari dahulu paling senang berinvestasi dalam bentuk emas.

“Memiliki lukisan Kim Il Tae ini tidak ubahnya seperti kita berinvestasi di emas, selain karena terbuat dari bahan emas murni seperti emas batangan tetapi emas ini juga bisa dipajang dan dinikmati sebagai karya seni,”ungkap Jimmy.

Jimmy juga menyebut harga lukisan ini pun terus naik dari pameran satu ke pameran lainnya, yang sebelumnya telah dipamerkan di Shanghai dan pameran terakhir di London.

Pameran karya Kim Il Tae ini menjadi yang pertama kali buat GAC dalam memamerkan karya di luar pelukis  Indonesia. Sebelumnya GAC selalu menampilkan karya-karya seni pelukis Tanah Air, baik yang masterpiece klasik seperti Affandi, Le Man Fong, karya Raden Saleh hingga yang modern kontemporer yang sedang menjadi trend di kalangan eksekutif muda dunia.

Misi GAC sederhana saja, ungkap Jimmy, yang sehari hari beraktifitas di bidang pasar modal ini.

“Harapan saya dengan pameran ini bisa menjadi inspirasi bagi seniman Indonesia untuk terus berkarya dan sekaligus menciptakan standar baru dalam dunia seni di Indonesia,”ucap Jimmy.

Sebelum dipamerkan di GAC, lukisan Kim Il Tae  telah dipamerkan di galeri seni kontemporer terbaik dunia, Galeri Sachi London. Dan telah dikoleksi oleh tokoh-tokoh dunia seperti Bill Gates, Oprah Winfrey, CEO Google Eric Schmidt, Madona dan keluarga Kerajaan Inggris adalah deretan nama-nama beken pemilik lukisan emas tersebut.

Untuk di Indonesia sendiri, sebanyak 22 karya gold painting dipamerkan di GAC dan secara jamak lukisan Kim  terinspirasi dari alam dan kehidupan rakyat di negeri ginseng itu. Hal ini terlihat pada motif lukisan bunga matahari, naga, kuda serta kehidupan rakyat Korea tradisional yang kerap ditampilkannya. Publik kerap menyebutnya sebagai Korean Gold Painting.

Setelah ditampilkan di GAC sampai dengan akhir Desember, karya Kim Il Tae ini akan dipajang di private gallery milik Jimmy Sutopo bersama dengan karya-karya seni berkelas dunia hasil koleksinya, sebelum nantinya akan dipersiapkan pameran berikutnya di Dubai di bulan Maret tahun depan.

“GAC tentunya tidak hanya menampilkan karya-karya seni lukis saja, namun  tidak tertutup kemungkinan bekerjasama dengan ragam kesenian lainnya. Sesuai dengan visi-misi untuk menjadi wadah dan mengangkat dunia seni Indonesia,”ujarnya.

Jimmy menegaskan tidak akan membatasi untuk ragam seni tertentu saja. Bahkan akan komit men-support seniman Indonesia yang berbakat sampai ke taraf internasional. Tetapi tentunya karya yang ditampikan di GAC akan melewati kurasi dari rekan-rekan kuratornya.

Mengenai harga, Jimmy membuka informasi jika lukisan gold painting ini dijual di kisaran 1 juta USD dan penjualan tertinggi  lukisan Kim Il Tae yang pernah tercatat adalah 2.5 juta USD saat pameran di Sachi London. Harga yang fantastis membuat lukisan ini benar-benar hanya mampu dimiliki orang orang berkantung tebal.

Kesempatan yang langka untuk menikmati mahakarya ini bisa dibuktikan dengan datang dan menunjungi GAC di Raffles Hotel lantai 11 Artpreneur level Jakarta Selatan.

AG. Sofyan
adalah wartawan Suara Karya sejak tahun 2002 dan juga author buku biografi tokoh nasional. Email: sofyanagus30@gmail.com
Editor : Gungde Ariwangsa SH