logo

Menko Puan Hadiri Puncak Kirab Pemuda di Blitar

Menko Puan Hadiri Puncak Kirab Pemuda di Blitar

Menko PMK Puan Maharani. (dok.kemenko PMK)
Kami bisa melihat sendiri dan tahu keberagaman budaya, adat dan agama di Indonesia, yang selama ini hanya filihat dari media. Dengan melihat sendiri keberagaman ini semakin menguatkan rasa bangga dan cinta kami pada Tanah Air.

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani hadir dalam memeriahkan Puncak Acara Kirab Pemuda 2017 yang diadakan di Blitar 6-7 Desember 2017.

Sebelumnya, peserta Kirab Pemuda 2017 mengakhiri perjalannya di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, setelah hampir 3 bulan mengelilingi berbagai wilayah di Nusantara.

Menurut Puan, Blitar dipilih menjadi tempat singgah terakhir dari seluruh rangkaian kirab karena kabupaten ini memiliki sejarah dan akar budaya yang kuat dari perjalanan bangsa Indonesia.

“Blitar memiliki akar sejarah dan nilai semangat perjuangan tokoh-tokoh pendahulu. Semangat mereka harus kita gunakan sebagai landasan untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia," ucap Puan saat melakukan ziarah di Makam Bung Karno, Kamis dini hari (7/12).

Puan mengatakan, ziarah ini dilakukan sebagai kegiatan napak tilas tempat bersejarah di Kabupaten Blitar. Puan mengharapkan generasi muda termasuk Perserta Kirab ikut aktif terlibat dalam melestarikan dan mempelajari kekayaan warisan budaya bangsa serta menerapkan nilai-nilai adiluhung nenek moyang.

"Budaya adalah inti dari kemajuan suatu bangsa. Kita harus jaga dan melestarikannya," tegasnya melalui keterangan tertulisnya.

Puan akan mengikuti rangkaian acara puncak kirab pemuda 2017 yang diadakan sampai siang nanti di Lapangan Kanigoro, Blitar. Kegiatan tersebut, dihadiri oleh  Menteri Pemuda dan Olahraga, Gubernur Jawa Timur, dan Bupati Blitar. "Acara ini akan sangat meriah karena diikuti 4.000 peserta," jelas Puan.

Puncak acara kirab akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan dan hiburan,  di antaranya, parade budaya, pemecahan rekor MURI gerakan pemuda membaca Kitab Suci terbanyak 6.000 orang, serta pameran kreatif pemuda.

Seorang anggota tim inti Kirab Pemuda Nusantara asal Kalimantan Timur, Yakub Ferdi Hasan Hasibuan mengaku event ini sangat penting bagi generasi muda Indonesia.

"Kami jadi benar-benar melihat sendiri dan tahu keberagaman budaya, adat dan agama di Indonesia. Kalau selama ini hanya melihat dari media, dengan melihat sendiri keberagaman ini semakin menguatkan rasa bangga dan cinta pada tanah air," katanya.

Begitu juga penuturan perwakilan pemuda dari Sumatera Utara, Sariah Fenty Siregar. Kirab Pemuda Nasional 2017 ini dinilainya mampu mempersatukan kembali semangat kebersamaan seluruh pemuda Indonesia.

"Kirab Pemuda ini merupakan acara Kemenpora. Kami perwakilan seluruh Indonesia bisa berkumpul bersama, berbagi pengalaman dan wawasan. Momentum yang penting untuk mempersatukan lagi, mengokohkan tali persaudaraan sehingga persatuan pemuda Indonesia semakin terjaga," ucap gadis manis berhijab ini.

Sebanyak 72 pemuda perwakilan seluruh wilayah di Indonesia ini, telah melakukan perjalanan selama 72 hari pada 100 titik di 34 kota kabupaten seluruh Indonesia.

Mereka ini diharapkan bisa menularkan pengetahuan dan wawasan kebangsaan pada pemuda di daerahnya masing-masing. Dengan tujuan menguatkan persatuan kesatuan dalam Kebhinekaan Tunggal Ika. ***

Laksito Adi Darmono
Wartawan Suara Karya. Email: dlaksitoadi@yahoo.com.
Editor : Laksito Adi Darmono