logo

Pemerintah Dorong Pariwisata Dari MICE

Pemerintah Dorong Pariwisata Dari MICE

Pemerintah dorong peningkatan pariwisata dari sektor MICE
Yang berbeda dari pertemuan ICMITM sebelumnya adalah ini pertama kalinya pertemuan business to business (B to B) dengan pelakunya adalah semua wanita

SOLO (Suara Karya): Potensi pariwisata dari bidang meeting, incentive, conference, exhibition (MICE) di Indonesia cukup besar. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata terus mendorong sebanyak-banyaknya kegiatan MICE terutama dari korporat atau perusahaan untuk meningkatkan sektor pariwisata.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mempertemukan buyer dan seller di Indonesia Corporate Meetings Incentive Travel Mart (ICMITM) di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu-Jum'at (6-8/12).

"Yang berbeda dari pertemuan sebelumnya adalah ini pertama kalinya pertemuan business to business (B to B) yang pelakunya adalah semua wanita," jelas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty, kepada wartawan di Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (7/12).

Menurut Esthy, wanita memiliki peranan sangat penting sebagai penentu keputusan dalam perusahaan, hal tersebut yang menjadi dasar pelaksanaan acara tersebut.

Sementara itu, dalam ICMITM di Kota Solo tersebut dihadiri 60 buyers dari Medan, Jambi, Kepulauan Riau, Banten, Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya. Sedangkan jumlah seller yang hadir sebanyak 42 dari Jakarta, Denpasar, Magelang, Solo, serta Semarang.

"Dari pertemuan ini, potensi bisnis maksimal yang dihasilkan mencapai Rp89,9 miliar, minimal Rp31,9 miliar, rata-rata sebesar Rp60,9 miliar," jelas Managing Director PT Ego Synergy Asia, Harry D Nugraha pada kesempatan yang sama.

Hingga kemarin tercatat sebanyak 6,9% menyatakan confirmed mengadakan MICE di Kota Solo dan Jawa Tengah, sebanyak 11,1% menyatakan 80% possibility ke Solo, 58,3% menyatakan 50:50 mengadakan acara di Kota Solo sedangkan 23,6% menyatakan belum ada rencana.

Ketua Indonesia Congress and Convention Association (INCCA) Solo, Daryono, mengatakan pihaknya terus mendorong agenda MICE dari korporat. Selama ini acara MICE lebih banyak dilakukan dari segmen pemerintah.

"Sehingga jika pemerintah melakukan pengetatan anggaran, akan sangat berpengaruh," ujarnya.

General Manager The Sunan Hotel, Retno Wulandari mengatakan konsep pertemuan B to B dengan semua pelakunya adalah wanita adalah konsep baru. "Situasi saat ini kita harus bisa berfikir out of the box," katanya.

Endang Kusumastuti
Editor : Laksito Adi Darmono