logo

Merasa Diperlakukan Tidak Adil, Angela Lee Minta Perlindungan Kompolnas

Merasa Diperlakukan Tidak Adil, Angela Lee Minta Perlindungan Kompolnas

Pengacara Henry (kiri) mendampingi Angela Lee (no 2 kiri) di Kompolnas
Artis Angela Lee minta Kompolnas melakukan investigasi terkait kasusnya di Polres Sleman , di mana dirinya merasa diperlakukan tidak adil oleh oknum penyidik yang menangani kasusnya.

JAKARTA (Suara Karya): Merasa diteror , presenter  dan bintang FTV Angela Lee minta perlindungan hukum kepada Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Dirinya merasa diperlakukan tidak adil oleh oknum polisi di Polres Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyusul kasus dirinya yang sedang dilaporkan karena terlilit utang.

“Kedatangan saya ke Kompolnas karena ada oknum polisi di Sleman yang memperlakukan saya secara tidak adil. Saya minta Kompolnas melakukan investigasi atas laporan saya,” kata Angela Lee yang didampingi pengacara Henry Indraguna di Kantor Kompolnas, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/12).

Pihak Angela Lee merasa penyidik di Polres Sleman tidak melihat kasusnya secara utuh sehingga dirinya merasa dirugikan. Dan anehnya, laporan dari Santoso (yang melaporkan Angela Lee) langsung ditindaklanjuti satu hari setelah dilaporkan."Santoso lapor hari ini (24/9). Esok harinya (25/9) klien saya langsung dipanggil. Tidak ada klarifikasi. Ini kan luar biasa. Saya juga akan melaporkan ke Propam Mabes Polri," kata dia.

Kasus yang dialami Angela Lee, diawali  Angel   meminjam uang kepada Santoso atau sebesar Rp. 115 Miliar, dan sudah dilunasi sekitar Rp. 103 Miliar dan juga uang administrasi sebesar Rp. 176 juta dan bunga sebesar Rp. 4 Miliar.

"Sudah dibayar nyicil dengan sebanyak 126 transaksi. Tapi, S melaporkan Angel ke Polres Yogyakarta,  dengan pasal penipuan dan penggelapan," katanya. .

"Angela dipaksa untuk menyerahkan rumahnya atau diambil secara paksa. Rumah diserahkan dan dibuat nota penjualan sebesar Rp. 1,4 Miliar. Setelah itu mobilnya diambil paksa disitu sebesar Rp. 246 juta. Uang endorse ditungguiin, begitu masuk langsung diambil," sambungnya.

Tekanan besar diterima Angela dari S untuk segera melunasi utangnya. Sehingga, Angela melakukan gali lobang tutup lobang, yang meminjam uang kepada orang lain yang disarankan oleh S.

"Ditambah lagi angela dikasih tau dan diajari sama  S, cari hutang untuk bayar hutang dia. Angela ditekan, akhirnya Angela cari hutang dengan jumlah 1 M di transfer ke S," jelasnya.

Menurut Henry, Angel sangat ketakutan dan salah jalan, sehingga 40 tas dari reseller yang ingin dijual. Tas yang digadai D nilai Rp 7 s/d 8 Miliar digadai kurang lebih Rp 3,5 Miliar.

"Bunganya itu 7 persen seminggu. Dipinjam Angela untuk membayar hutangnya kepada R dan S," ungkapnya.

Kemudian, para reseller pun memberikan tekanan kepada Angela yang cukup besar. Hingga reseller memutus tali pekerjaan Angela hingga tidak bisa bekerja.

"Tapi ketika kami mau tebus, D tidak mau. Karena D tahu Angel dilaporkan ke Polisi sama S di Polres Yogyakarta. Kita aneh karena tidak ada hubungannya antara D dan S kan, sehingga Angela terhenti caranya untuk membayar hutang," ujar Henry.

Yang disayangkan Henry, penyidik kepolisian di Sleman hanya melihat sepihak laporan S. Polisi tidak melihat, bahwa Angel telah mencicil ratusan kali, rumah telah diserahkan dan mobil diambil paksa oleh pembuat laporan. Itu karenanya pihak Angel merasa diperlakukan tidak adil dan minta perlindungan hokum kepada Kompolnas.  

 

B Sadono Priyo
Wartawan Suara Karya sejak 1997
Editor : B Sadono Priyo