logo

Duet Andriyan – Adityo Persembahkan Emas Untuk Indonesia

Duet Andriyan – Adityo Persembahkan Emas Untuk Indonesia

Andriyan - Adityo usai menerima medali.
Beberapa kali bertemu dengan Jabilin – Hanis, Andriyan - Adityo selalu kalah. Terakhir di SEA Games Kuala Lumpur kalah. Sebelumnya, di Macao Asian Diving Cup 2017 Andriyan juga kalah.

 

 

JAKARTA (Suara Karya): Duet pasangan Andriyan – Adityo Restu dari DKI Jakarta sukses menyumbang medali emas pada test event akuatik bertajuk CIMB Niaga Indonesia Open Aquatic Championship 2017, yang berlangsung di GBK Aquatic Stadium Senayan, Jakarta, Rabu (6/12).

Duet Andriyan - Adityo Restu sukses menyingkirkan pesaingnya Jellson Jabillin – Hanis Nazilul Jaya Surya dari Malaysia dengan skor 336.45 berbanding 330.81 Dengan demikian, Surya - Jabillin harus puas dengan perak.

"Kami bersyukur dapat medali emas, namun Kami harus terus berlatih, supaya di Asian Games 2018 bisa meraih hasil yang terbaik untuk Indonesia," kata Andryan.

Kata Andriyan, ia sudah beberapa kali bertemu dengan Jabilin – Hanis selalu kalah. Terakhir di SEA Games Kuala Lumpur kalah. Sebelumnya, di Macao Asian Diving Cup 2017 Andriyan juga kalah.

Di nomor Papan 1 Meter Putri, atlet Sea Games Malaysia Jasmine Lai tampil mengesankan, mengunci gelar juara setelah mengoleksi 247.20 poin. posisi dua di tempati wakil Indonesia asal Jawa Timur, Della Dinarsari setelah mengoleksi 210.80 poin. Sementara Khunboonjan Kwanchanok dari Thailand harus puas dengan perunggu dengan 120.25 poin.

Sebelunya, dalam lomba pagi memainkan renang artistik nomor Solo Technical, gelar juara diraih Livia Lukito (Jawa Timur) dengan total nilai 65.0991, peringkat dua Andriani Shintya Ardhana (DKI Jakarta) mengumpulkan nilai 62.2019, dan ketiga Sherly Haryono (Jawa Timur)  61.7207 poin.

Dalam Duet Technical, juara berhasil diraih Andriani Shintya dan Naima Syeeda (DKI Jakarta) dengan raihan 60.2356 poin. Mengungguli Iin Rahmadhania dan Nurfa Nurul (Sulawesi Selatan) yang mengantongi 57.7215 poin. Tempat ketiga diduduki atlet DKI Jakarta lainnya Hilda Tri dan Gabrille Permata Sari 57.3054 poin.

Selanjutnya dinomor Team Technical, pasukan DKI Jakarta yang diisi Andriani Shintya, Naima Syeeda, Visky Sekar, Hilda Tri, Gabrille Permata Sari, Naura Ulfa dan Thytania Rhamadini, tampil gemilang menjadi juara setelah mengantongi 58.5031 poin. Tim Yogyakarta yang dibela Aurelia Candra, Dinda Cahya, Elizabeth Sekar, Lintang Calavera, dan Putu Ayu, harus puas di tempat kedua dengan poin 42.6930.

 

Berbahaya

Pelatih loncat indah DKI Jakarta Harly Ramayani menilai, menara loncat indah yang baru belum memenuhi kenyamanan atlet untuk tampil. Karpet pijakan di menara 10 meter licin dan sangat membahayakan bagi atlet karena rentan terpeleset.

“Selain itu tangga berputar yang digunakan atlet untuk menuju menara goyang dan juga licin. Ini sudah dilihat oleh Teknical Delegate dari Thailand dan dia juga mengakui itu kurang nyaman bagi atlet,” kata Harly.

Apa yang diungkapkan Harly diamini juga oleh Andriyan. Menurut peraih medali perak SEA Games Kuala Lumpur ini, tangga berputar yang digunakan sampai ke papan 10 meter membuat dirinya sedikit pusing sampai di atas.

“Bahkan ada satu anak tangga yang sudah agak peyot,” kata Andriyan. ***

Markon Piliang
Wartawan Suara Karya, memulai karier jurnalistik sejak 1989. Lulus uji kompetensi PWI. Email : markpiliang@yahoo.com
Editor :