logo

Munaslub Golkar untuk Pilih Ketua Umum Definitif Bukan Alternatif

Munaslub Golkar untuk Pilih Ketua Umum Definitif Bukan  Alternatif

Henry M Kailola
Ketua Umum Partai Golkar yang baru harus miliki visi dan misi yang mampu mengangkat partai sehingga menjadi pemenang pada Pileg dan Pilpres 2019.

JAKARTA (Suara Karya): Guna menjaga keutuhan dan solidaritas, maka Munaslub Partai Golkar harus dilaksanakan dengan berpatokan pada kebutuhan dan kepentingan bersama, yang berdasarkan pada konstitusi partai.

"Munaslub Partai Golkar harus benar-benar berlandaskan pada AD/RT serta peraturan organisasi (PO) maupun aturan-aturan Partai Golkar lainnya, tidak boleh bersandar pada desakan-desakan oleh kepentingan-kepentingan tertentu, " ujar politisi Partai Golkar Henry M Kailola, Rabu (6/12).

Munaslub Partai Golkar harus dilaksanakan juga karena kesepakakan bersama, bukan karena tafsiran-tafsiran pikiran secara pribadi maupun kelompok masing-masing, dengan tujuan tertentu, secara emosional.

Kegiatan ini harus juga rasional dengan menunjukkan etika dalam beroganusasi serta kesantunan dalam berpolitik, karena pada dasarnya Munas atau Munaslub itu untuk memilih ketua umum yang defnitif sebagai pemegang mandat Munas/Munaslub, bukan untuk mencari pemimpin alternatif.

"Karena Partai Golkar adalah partai modern yang demokratis, sudah memiliki sisitem yang sangat kuat serta mengakar, dengan komitmen berbangsa & bernegara yang belandaskan pada Pancasila & UUD 1945," kata kader Partai Golkar  berdarah Ambon ini.

Jadi siapapun ketua umum yang terpilih dia bukanlah figur alternatif tapi pemimpin yang mengakar serta sudah merakyat.

Yon Parjiyono
Editor : Yon Parjiyono