logo

Bank Jatim Kembali Lakukan Buy Back Saham

Bank Jatim Kembali Lakukan Buy Back Saham

Dirut Bank Jatim R Soeroso usai RUPSLB.
Sebelumnya, Bank Jatim juga sudah melakukan buy back saham pada Pebruari 2017 lalu

SURABAYA (Suara Karya): Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) akan melakukan buy back (pembelian kembali) saham mereka mulai Kamis (7/12). Buy back saham itu dilakukan dalam rangka program Long Term Insentive bagi pengelola perbankan tersebut.

Menurut Dirut Bank Jatim, R Soeroso, rencana itu sudah mendapat persetujuan dari para pemegang saham. "Buy back ini terkait pelaksanaan pemberian remunerasi dalam bentuk variabel berupa saham," ujarnya usai RUPSLB di Surabaya, Rabu (6/12).

Pihaknya memastikan, insentif berupa saham itu bakal mendorong kinerja para pengelola perbankan tersebut. Mereka yang tergabung dalam bank berkode emiten BJTM itu akan bekerja lebih maksimal berdasarkan sense of belonging.

Para direksi dan karyawan akan bertindak dan mengeluarkan kebijakan yang lebih hati-hati, karena ikut merasa memiliki perusahaan tersebut. Nilai saham yang akan dibuyback itu mencapai Rp 1.010 miliar.

Disinggung tentang kenaikan harga pasca buy back, Soeroso mengaku tidak mengincar kenaikan harga saham pasca kebijakan tersebut. "Daripada mengejar selisih harga saham, saya lebih fokus untuk memanfaatkan aset-aset perusahaan yang masih belum produktif," jelasnya.

Sebelumnya, Bank Jatim juga sudah melakukan buy back saham pada Pebruari 2017 lalu. Nilai saham yang dibuyback waktu itu mencapai Rp 1,2 miliar. Sementara nilai saham Bank Jatim sendiri dari tahun ke tahun cenderung mengalami kenaikan.

Dibanding harga saat IPO pada 2012 lalu yang Rp 430 perlembar saham, harga akhir Oktober kemarin sudah mencapai Rp 695 perlembar atau naik 61,87 persen. Dilihat dari aspek keuangan, kinerja Bank Jatim tumbuh signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Hingga Oktober 2017, laba bersih Bank Jatim mencapai Rp 1,13 triliun atau tumbuh 26,07 persen. Total kredit bank plat merah ini mencapai Rp 31,10 triliun atau tumbuh 4,67 persen.

Sedangkan dana pihak ketiga juga tumbuh 16,72 persen menjadi Rp 48,01 triliun. Rasio keuangan juga diklaim lebih baik dibandingkan tahun lalu. Misalnya Net Interested Margin (NIM) sebesar 6,73 persen dari sebelumnya yang 6,72 persen. Return On Asset (ROA) 3,07 persen menjadi 3,58 persen.***

Andira
email: andirask@gmail.com
Editor : Dwi Putro Agus Asianto -