logo

Kepercayaan Terus Meningkat, Baznas Yakinkan DPR, Pertumbuhan ZIS Makin Meroket

Kepercayaan Terus Meningkat, Baznas Yakinkan DPR, Pertumbuhan ZIS Makin Meroket

Pimpinan dan Komisioner Baznas melakukan Rapat Dengar Pendapat tentang kinerja dan capaiannya dengan Komisi VIII DPR RI
Penyaluran paling banyak diterima oleh asnaf fakir miskin sebanyak 52%. Sedangkan program terbesar diserap oleh program kesehatan sebanyak 33%,”ungkap Bambang Sudibyo.

JAKARTA (Suara Karya): Peningkatan penghimpunan zakat, infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di tingkat pusat pada semester I/ 2017 meningkat sebesar 54 persen dibandingkan dengan penghimpunan ZIS dan DSKL pada semester l/2016. Tercatat penghimpunan semester l/2017 sebesar Rp 85,04 miliar, sedangkan pada semester l/2016 sebesar Rp 55,261 miliar.

Ini membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap ZIS dan DSKL yang dilaksanakan Baznas menunjukkan progress meningkat dari tahun ke tahun.

Hal tersebut mengemuka saat Ketua Baznas Prof Dr Bambang Sudibyo menguraikan kinerja lembaga pemerintah pemerintah non-struktural yang mandiri dan bertanggung jawab kepada Presiden tersebut kepada Komisi VIII DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

"Baznas telah melakukan berbagai inovasi dan meningkatkan kreativitas dalam memberikan pelayanan kepada muzaki (pemberi manfaat) dan mustahik (penerima manfaat). Dari penghimpunan sebesar itu telah disalurkan melalui berbagai program pemberdayaan dan santunan dengan penyerapan yang cukup baik," ujarnya.

Mantan menteri keuangan ini menyebut lembaga yang dia pimpin itu telah menyalurkankan sekitar 60% atau sebesar Rp 49,49 miliar pada semester l/2017.

“Penyaluran paling banyak diterima oleh asnaf fakir miskin sebanyak 52%. Sedangkan program terbesar diserap oleh program kesehatan sebanyak 33%,”ungkap Ketua Baznas.

Untuk program kesehatan ini, Baznas telah membangun dan mendirikan Rumah Sehat Baznas (RSB) untuk memberikan layanan gratis kesehatan kepada mustahik di enam rumah sehat, masing-masing di Jakarta, Yogyakarta, Sidoarjo, Makassar, Pangkalpinang dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Jika Baznas di tingkat pusat makin kencang larinya membumikan gerakan zakat nasional dengan kinerja yang ditunjukkan kepada parlemen begitu juga terjadi peningkatan kepercayaan masyarakat kepada Baznas di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Terlaporkan bahwa penghimpunan ZIS dan DSKL yang digalang oleh Baznas daerah pun juga mengalami  kenaikan dibandingkan perolehan tahun lalu sehingga manfaatnya betul-betul bisa dirasakan lebih besar untuk program-program kepada mustahik di akar rumput.

Sebagai koordinator pengelolaan zakat nasional, Baznas, kata Bambang, antara lain telah memberikan pertimbangan penetapan pimpinan Baznas daerah, memberikan rekomendasi pembentukan Lembaga Amil Zakat (LAZ), melengkapi aturan perundang-undangan, melaksanakan pendampingan dan koordinasi dan menghimpun laporan.

Selain itu, Baznas juga berperan sebagai operator zakat dengan melakukan sosialisasi zakat melalui media, menyempurnakan sistem keuangan dan mengembangkan sistem informasi manajemen berbasis teknologi informasi.

Bambang yang pernah menjadi Guru Besar FE UGM ini juga menguraikan   bahwa Baznas juga sudah menata ulang dan melengkapi tugas dan fungsi amil, monitoring dan evaluasi, pengembangan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015, audit eksternal oleh akuntan publik, pelaporan pelaksanaan tugas, serta menjalankan peran menghimpun dan mendistribusikan zakat.

Bambang mengklaim bahwa pada 2018, Baznas merancang sebagai tahun penguatan bagi organisasi pengelola zakat nasional dengan agenda prioritas antara lain meningkatkan pertumbuhan ZIS dan DSKL secara nasional sebesar 35% dari 20l7.

Dia menargetkan bahwa laporan keuangan Baznas provinsi dan LAZ sudah diaudit oleh akuntan publik pada pertengahan tahun.

"Target penghimpunan zakat untuk Baznas di tingkat pusat pada 2018 sejumlah Rp 200 miliar sedangkan target penghimpunan zakat nasional dari Baznas tingkat pusat, provinsi hingga Baznas kabupaten/kota dan LAZ sebesar Rp 7,8 Triliun," kata Bambang yang dikenal sebagai salah satu tokoh Muhammadiyah ini.

 

AG. Sofyan
adalah wartawan Suara Karya sejak tahun 2002 dan juga author buku biografi tokoh nasional. Email: sofyanagus30@gmail.com
Editor : Laksito Adi Darmono