logo

Maestro Keroncong Waldjinah Menerima AMI Award 2017

Maestro Keroncong Waldjinah Menerima AMI Award 2017

Produser GNP menyerahkan penghargaan AMI Award kepada maestro keroncong Waldjinah.
Maestro keroncong dan langgam (lagu) Jawa Waldjinah mendapatkan AMI Award untuk kategori Karya Produksi Keroncong Kontemporer Stambul/Langgam Terbaik untuk lagu "Penglipur Wuyung".

SOLO (Suara Karya): Penyanyi keroncong senior, Waldjinah (72) mendapatkan penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) Award 2017. Maestro keroncong dan langgam (lagu) Jawa tersebut mendapatkan AMI Award untuk kategori Karya Produksi Keroncong Kontemporer Stambul/Langgam Terbaik untuk lagu "Penglipur Wuyung".

Seharusnya penghargaan tersebut diterima Waldjinah pada saat acara pemberian penghargaan AMI Award 2017 di Teater Garuda TMII, Jakarta Timur, Kamis (16/11) lalu. Tetapi karena alasan kesehatan, penyanyi berjuluk " Walang Kekek itu tidak bisa hadir dan diwakilkan kepada produser Gema Nada Pertiwi. Pihak produser menyerahkan penghargaan itu kepada Waldjinah di kediamannya, Senin (4/12).

"Saya tidak bisa hadir saat itu, karena tidak kuat buat jalan harus pakai kursi roda," ujar Waldjinah kepada wartawan di kediamannya di Jalan Parang Cantel 31 Mangkuyudan, Solo.

Lebih lanjut Waldjinah mengatakan lagu Penglipur Wuyung merupakan lagu terakhir yang diciptakan tahun 2013 lalu dan dimasukkan dalam album Best Waldjinah Keroncong.

Penyanyi keroncong yang sudah menyanyi sejak usia 12 tahun tersebut mengaku senang dengan penghargaan yang diterimanya.

"Tidak menyangka dapat penghargaan, soalnya sudah tua masak masih dapat terus, dulu kan sudah pernah mendapatkan Legend Award dari AMI Award," jelasnya.

Dalam album terakhirnya itu, selain lagu Penglipur Wuyung juga ada tiga lagu lainnya yang direkam yakni Ayo Ngguyu, Kembang Kacang, serta Gombal Gambul yang merupakan lagu lama.

Dirinya juga menceritakan lagu Penglipur Wuyung tersebut tentang kisah asmaranya sendiri saat masih muda yang mendapatkan larangan dari orangtuanya. Sehingga harus berpacaran diam-diam.

Sementara itu, Produser GNP, Jaka Winata Susilo pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa penghargaan tersebut cukup istimewa karena merupakan lagu ciptaan sendiri.

"Lagu karya Bu Waldjinah sendiri dan rekamannya juga cukup baru," katanya.

Endang Kusumastuti
Editor : Laksito Adi Darmono