logo

Lebih Dari Komitmen Yang Tertuang Dalam MOU

Lebih Dari Komitmen Yang Tertuang Dalam MOU

Pembangunan desa dan seluruh keluarga yang ada di dalamnya adalah program yang dinantikanmantan Kepala LPPM oleh rakyat banyak, dan harus dilaksanakan untuk mengangkat Indonesia sebagai negara besar yang makmur dan mandiri.

Oleh : Haryono Suyono

Dalam upaya pembangunan nasional yang diarahkan ke pedesaan sesuai amanah yang selama puluhan tahun dilaksanakan oleh Presiden HM Soeharto almarhum, kemudian diamankan dalam janji Nawa Cita dalam kampanye pemilihan Presiden tiga tahun lalu, serta dilaksanakan dengan gegap gempita oleh Presiden Jokowi, makin nyata bahwa pembangunan desa dan seluruh keluarga yang ada di dalamnya adalah program yang dinantikan oleh rakyat banyak dan harus dilaksanakan untuk mengangkat Indonesia sebagai negara besar yang makmur dan mandiri.

Lebih dari itu apabila pembangunan yang sangat memperhatikan pedesaan itu berhasil, hampir pasti akan mengangkat masyarakat dan keluarga desa sebagai keluarga yang tenteram dan sejahtera, keluarga yang selanjutnya akan melestarikan lingkungan dan kekayaan alamnya untuk anak cucu yang untuk limabelas tahun ini diangkat dalam strategi dunia, yaitu SDGs yang harus sukses membebaskan penduduk dari kemiskinan, kelaparan dan pemeliharaan kekayaan alam untuk anak cucu.

Topik pembangunan desa, masyarakat dan keluarganya tersebut menjadi bahan pembicaraan yang menarik, santai penuh canda dan menjadi sangat serius karena Rektor UIN Maulana Malik Ibfrahim Malang Prof Dr H Abdul Haris MAg membahasnya mulai dari pengalaman beliau sebagai penerima beasiswa Supersemarnya pak Harto sampai betapa seriusnya Presiden Jokowi ditakdirkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa menjadi Presiden yang dengan sungguh-sungguh memberi perhatian yang tinggi terhadap upaya pengentasan kemiskinan melalui pembangunan desa.

Topik yang dibahas dalam acara makan malam itu “disponsori” Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja sama Dr H Isroqunnajah MAg, mantan Kepala LPPM Dr Hj Mufidah Ch MAg dan jajaran LPPM, serta Dr Mulyono D Prawiro dari Yayasan Damandiri. Seperti diketahui UIN Maulana Malik Ibrahim adalah salah satu pelopor dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata bersama sekitar 450 Perguruan Tinggi, termasuk sekitar 30 UIN, IAIN dan STAIN di seluruh Indonesia. Pada Rektor kami paparkan pengalaman pertama kalinya, sekitar sepuluh tahun lalu, sebagai tamu Rektor legendaris UIN Maulana Malik Ibrahim, Prof Dr H Imam Suprayogo MAg, yang mengundang untuk memberikan paparan tentang KKN yang diselenggarakan di berbagai perguruan tinggi tetapi belum di UIN manapun.

Paparan itu dilakukan bersama Rektor IPB Bogor Prof Dr Herry Suhardiyanto yang baru saja di ganti setelah menjabat sebagai Rektor untuk dua masa jabatan. Dalam pertemuan itu kami berdua memberi paparan tentang kegiatan mahasiswa masuk desa melalui KKN yang telah dilaksanakan oleh IPB di sekitar kampusnya dan merambah ke desa-desa yang lebih jauh dan ternyata mendapat sambutan yang sangat antusias dari masyarakat desa.

Dalam kegiatan KKN, banyak kegiatan dan inovasi kampus yang bisa ditularkan kepada masyarakat desa untuk meningkatkan kesejahteraan dan inovasi kampus sekaligus menjadi kegiatan praktek lapangan para dosen dan mahasiswa di pedesaan.

Dalam pengalaman IPB, Rektor menugaskan pada Dekan dan pemimpin intinya untuk setiap bulan mengatur kunjungan Rektor dan jajaran lain ke desa yang dibina oleh para dosen dan mahasiswa untuk melihat hasil binaan itu. Hasilnya sungguh luar biasa karena di desa dikembangkan berbagai kegiatan dan inovasi kampus dipraktekkan menjadi usaha pedesaan yang dikelola oleh masyarakat desa.

Banyak desa berubah menjadi desa maju dan rakyatnya melihat kampus bukan lagi sebagai menara gading yang tidak bisa disentuh, tetapi masyarakat dari desa menjadi sangat akrab dengan para dosen dan mahasiswa. Kegiatan di IPB itu kemudian menjadi idola dan contoh banyak sekali perguruan tinggi di seluruh Indonesia sampai dewasa ini. Ada juga mahasiswa yang kemudian menjadi mantu orang desa yang dibinanya. Keberhasilan itu membuat Ketua P2SDM-IPB  Dr Ir Illah Sailah MS kemudian ditarik ke Kementerian menjadi pejabat sangat penting sampai saat ini. 

Sejak pertemuan dan Seminar di UIN Maulana Malik Ibrahim itu Rektor memutuskan bahwa UIN Maulana Malik Ibrahim setiap tahunnya mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis Masjid sebagai kegiatan wajib yang diikuti mahasiswa semester tujuh dengan para dosen pendamping yang dinamikanya makin tinggi. Kegiatan UIN Maulana Malik Ibrahim itu terdengar di Kementerian yang menganjurkan agar setiap UIN dimanapun meniru kegiatan itu dengan baik. Dalam banyak kesempatan UIN Maulana Malik Ibrahim mengirim utusan ke berbagai UIN, IAIN dan STAIN di seluruh Indonesia mempersiapkan kegiatan KKN tersebut dengan baik.

UIN Maulana Malik Ibrahim tidak segan mengirim Ibu Dr Hj Mufidah Ch MAg untuk memberikan pembekalan kepada berbagai Perguruan Tinggi Islam di banyak provinsi atau Perguruan Tinggi Islam tersebut mengirim dosen pembimbing lapangan ke Malang mengikuti pembekalan dan pertemuan dengan hasil yang sangat menakjubkan.

Rektor dan utamanya jajarannya yang ikut terlibat dalam kegiatan yang sangat intensif tersebut ikut mengiyakan percakapan yang sangat menarik itu. Dengan spontan Rektor memaparkan gagasan brilian ingin mengembangkan kegiatan yang intensif di sekitar kampus, selanjutnya menyebar ke berbagai desa dan pesantren yang lebih jauh. Harapannya tidak saja kampus menjadi pusat pendidikan yang disegani tetapi masyarakat dan keluarga di sekitar kampus mendapat manfaat dari adanya Perguruan Tinggi Islam yang megah, contoh teladan masyarakat luas di seluruh Indonesia dan sahabatnya di seluruh dunia.

Rektor sangat yakin bahwa pendekatan yang diintensifkan di sekitar kampus itu seumpama falsafah Jawa se kasur, se dapur, se sumur, se sedulur dan akhirnya meluas ke seluruh pelosok dunia seperti teknik penyebaran Agama Islam yang diajarkan oleh Nabi Besar kita, Muhammad SAW yang mulia. Rektor dengan tegas siap menjadi katalisator penggerak untuk tigapuluh sahabat UIN di seluruh Indonesia lainnya, tatkala kami yang baru saja ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pakar Kementerian Desa dan PDTT akan mencoba membawa kegiatan gagasan Rektor tersebut pada perhatian Menteri Desa yang sangat dinamis yang dewasa ini telah mengajak berbagai perguruan tinggi menjadi mitranya di seluruh Indonesia guna melatih dan mempersiapkan punggawa desa serta mendampingi mereka membangun dengan dana yang setiap tahun makin melimpah ke desa.

Penegasan komitmen itu, menurut Rektor, lebih dari MOU, karena dinyatakan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Apabila kesediaan kerjasama segera dilaksanakan, masyarakat desa yang mendapat kepercayaan sangat tinggi dari Presiden RI, akan mendapat mitra kerja yang sangat kredibel dari dosen, mahasiswa UIN Maliki Malang dan dari Perguruan Tinggi Islam lainnya dari seluruh Indonesia.

* Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Dewan Pakar Menteri Desa PDTT RI

Budi Seno P Santo
Wartawan Suara Karya sejak tahun 2005. Pernah meraih penghargaan jurnalistik M Husni Thamrin Award tahun 2008
Editor : Gungde Ariwangsa SH