logo

Kemenko PMK Sebut Indonesia Punya Banyak 'Bali'

Kemenko PMK Sebut Indonesia Punya Banyak 'Bali'

Pantai Merah Banyuwangi. (Ist)
Indonesia memiliki banyak destinasi wisata menarik selain Bali. Banyuwangi, Morotai, Papua, Bangka Belitung, Sabang, Lombok dan Dataran Tinggi Gayo, Toba, Wakatobi, Raja Ampat, Yogyakarta, Mandalika, bisa menjadi 'Bali Bali' baru.

JAKARTA (Suara Karya): Pelaksana Tugas Deputi bidang Koordinasi Pariwisata Kemenko PMK, Nyoman Shuida, menuturkan, Indonesia memiliki banyak destinasi wisata menarik selain Bali.

"Banyuwangi, Morotai, Papua, Bangka Belitung, Sabang, Lombok dan Dataran Tinggi Gayo... itu destinasi pariwisata kalau digarap dengan serius disertai kelengkapan infrastruktur dan pembenahan SDM bisa menjadi 'Bali Bali' baru," ujar Nyoman, saat dihubungi Kamis (16/11) malam, di Jakarta.

Nyoman menuturkan, dalam konteks pembangunan manusia dan kebudayaan (PMK), pariwisata harus berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan mengurangi pengangguran, menurunkan kemiskinan dan menekan urbanisasi. Sehingga pariwisata berbasis kearifan lokal sangat memungkinkan untuk dikembangkan dan dilestarikan.

Nyoman secara pribadi mendukung pernyataan Presiden Joko Widodo yang minta agar pengembangan 10 destinasi wisata baru tetap memelihara budaya tradisional, antara lain rumah adat.

Presiden juga minta agar bangunan-bangunan adat jangan sampai dihilangkan, diganti dengan arsitektur yang (bergaya) Spanyol atau Mediterania. "Bangunan adatnya harus betul-betul kita perhatikan," pinta Jokowi dalam rapat terbatas bertopik Pengembangan 10 Bali Baru di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (16/11).

Presiden menjelaskan tren konsumsi masyarakat dunia saat ini berubah dari belanja barang dan benda bermerk menjadi belanja wisata dan kuliner. "Bukan belanja barang bermerk, tetapi senang travelling, senang wisata, senang mencoba restoran baru, senang mencoba kopi, senang mencoba makanan- makanan yang khas," kata Presiden.

Presiden juga mengingatkan agar pemerintah dan masyarakat Indonesia dapat mengambil manfaat dengan mengembangkan pariwisata baru selain Pulau Dewata.

"Apa yang menjadi statemen Presiden itu harus didukung karena potensi pariwisata Indonesia bukan hanya alam, tapi juga budaya, kuliner, dan masih banyak lagi yg perlu dilestarikan dan dikembangkan," ujar Nyoman.

Dia menyontohkan Banyuwangi, Morotai, Papua, Bangka Belitung, Sabang, Lombok dan Dataran Tinggi Gayo, merupakan destinasi pariwisata sangat menarik.

"Pemerintah juga serius mengembangkan Toba, Wakatobi, Raja Ampat, Yogyakarta, Mandalika Lombok.
Kalau digarap dengan serius disertai kelengkapan infrastruktur dan pembenahan SDM, semua bisa menjadi Bali Bali baru," ungkap Nyoman.

Apalagi jika dilandasi dengan kearifan lokal, baik budaya maupun kulinernya. "Saya percaya keragaman potensi pariwisata yang berbasis kearifan lokal Indonesia akan mampu menarik wisatawan lokal maupun manca negara," pungkasnya. ***

Laksito Adi Darmono
Wartawan Suara Karya. Email: dlaksitoadi@yahoo.com.
Editor :