logo

Okayama-Asia Womens Exchange Delegation Jepang Kunjungi Kowani, Inginkan Sinergi dan Tukar Informasi

Okayama-Asia Womens Exchange Delegation Jepang Kunjungi Kowani, Inginkan Sinergi dan Tukar Informasi

"Baik Kowani maupun Okayama Jepang memiliki komitmen tinggi untuk kemajuan dan kepentingan masa depan perempuan serta anak-anak," kata Giwo Rubianto.

JAKARTA (Suara Karya) : Sinergi diantara organisasi perempuan dunia dirasa penting dalam rangka saling  bertukar informasi melalui kerjasama baik formal maupun informal.

Hal ini telah dilakukan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) ketika menyambut hangat kehadiran Okayama-Asia Womens Exchange Delegation Group 2017 di Jakarta.

Ketua Umum Kowani Dr. Giwo Rubianto Wiyogo pada kesempatan tersebut didampingi Sekjen Kowani Titien Pamudji, Ketua Kowani  Lia Tono Suratman serta Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Kowani lainnya merasa senang dan menyambut baik atas kunjungan 15 orang dari Okayama, Jepang yang mengalokasikan waktunya hanya 2 hari di Jakarta.

Yang menarik adalah kedatangan rombongan organisasi perempuan Negeri Sakura itu dipimpin Nyonya Hiroko Katayama dengan penyambutan tarian “Selamat Datang” oleh 3 orang penari asal Jepang.

Giwo berharap pertemuan ini dapat membuka jalan dan kesempatan antara Kowani dan dan Okayama-Asia Womens Exchange Delegation Group untuk dapat bersinergi secara produktif serta dapat bertukar informasi penting dan strategis baik formal maupun informal dalam kerjasama yang saling kontributif untuk kepentingan kemajuan perempuan dan anak di masing-masing negara.

"Baik Kowani maupun Okayama Jepang memiliki komitmen tinggi  untuk kemajuan dan  kepentingan masa depan perempuan serta anak-anak," kata Giwo.

Kedatangan delegasi Okayama Jepang juga ingin mengetahui dari dekat Kowani dalam lintasan sejarah Republik Indonesia, apa saja yang telah dilakukan dan prestasi-prestasi yang telah diraih.   

Keingintahuan sejumlah delegasi perempuan Negeri Samurai tentang Kowani dijelaskan secara lengkap oleh Sang Ketum Kowani.

Giwo menyebut Kowani adalah federasi organisasi perempuan yang tertua dan terbesar di Indonesia. Bahkan menurut President dari International Council of Women menegaskan kalau Kowani adalah federasi organisasi terbesar di dunia.

Giwo mempertegas bahwa keberadaan Kowani yang merupakan  federasi organisasi terbesar dan tertua di Indonesia telah didirikan pada tanggal 22 Desember 1928 kini merupakan federasi dari 91 organisasi perempuan dengan 55 juta anggota di seluruh Indonesia yang memiliki banyak kepedulian kepada masyarakat, utamanya perempuan dan anak.

Saat sekarang Kowani mewadahi berbagai organisasi perempuan yang mempunyai latar belakang lintas sektor antara lain, organisasi agama, organisasi sosial, organisasi profesi, organisasi isteri profesi, organisasi pemuda serta organisasi istri polisi dan angkatan bersenjata Republik Indonesia.

"Jika pada masa lalu tugas Kowani adalah membantu perjuangan kemerdekaan maka pada masa sekarang Kowani tetap berjuang yaitu dalam mengisi kemerdekaan melalui pemberdayaan dan perlindungan untuk meningkatkan harkat dan martabat perempuan dan anak dalam segala bidang terutama bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan hidup yang dilakukan melalui kegiatan pelatihan, sosialisasi, advokasi dan informasi," ujar Giwo.

Menurut Giwo yang juga Ketum Aliansi Pita Putih Indonesia menguraikan dalam bidang pendidikan Kowani telah menitikberatkan perhatiannya pada pendidikan usia dini dan juga ketahanan keluarga.

Dalam bidang kesehatan, kerjasama yang terjalin dengan pemerintah dalam mendukung program gerakan masyarakat sehat melalui kampanye budaya hidup sehat berupa gerakan yang mengajak serta memotivasi agar masyarakat terlibat aktif untuk selain memiliki kebiasaan dan perilaku hidup yang sehat dimulai dari tiga indikator yakni, meningkatkan aktifitas fisik setiap hari, konsumsi buah dan sayur dan periksa kesehatan secara berkala tanpa harus menunggu sakit dulu.

"Kowani juga sangat peduli dalam usaha penurunan angka kematian ibu melahirkan yang masih sangat tinggi di Indonesia yaitu 305/100.000 kelahiran hidup dengan Kampanye Ibu Sehat Indonesia sehat melalui jalan sehat yang telah dilakukan setiap tahun selama 2 tahun terakhir," ujar Giwo yang baru saja dikukuhkan sebagai Ketum Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM)

Kowani kata dia juga memelopori sebagai gerakan perempuan sahabat pengendalian perubahan iklim yang memberikan wadah dan arah tentang porsi serta keterlibatan perempuan yang kongkrit, berkomitmen dan konsisten menuju perbaikan iklim berupa penanaman bakau dan terumbu karang. Langkah sinergitas Kowani lainnya, dengan mitra kerja dan organisasi perempuan melalui connecting women.

Mantan Ketua KPAI ini juga menyebut beberapa penghargaan yang didapat Kowani adalah anugerah Bunda PAUD dari Ibu Negara, 26 September 2016; penghargaan Outstanding Women Organization dari Kerajaan Thailand; pertama kali mendapatkan kesempatan mengadakan side event pada acara CSW ke 60 di Markas Besar PBB, NY; dan pada tahun 2018 mendatang akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan General Assembly organisasi internasional ICW yang akan dilaksanakan bulan September 2018

AG. Sofyan
adalah wartawan Suara Karya sejak tahun 2002 dan juga author buku biografi tokoh nasional. Email: sofyanagus30@gmail.com
Editor : Laksito Adi Darmono