logo

Kemenko PMK Ajak Generasi Pendahulu Ikuti Gaya Milenial

Kemenko PMK Ajak Generasi Pendahulu Ikuti Gaya Milenial

Wikipedia
Kemenko PMK mengajak generasi tua untuk menyukai olahraga seperti yang dilakukan banyak kaum milenial zaman 'now'

JAKARTA (Suara Karya): Jajaran Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyambut baik atas diperingatinya Hari Kesehatan Nasional (HKN) 12 November. Menurutnya, Hari Kesehatan tersebut harus memberikan dampak positif bagi kesadaran masyarakat terhadap hidup sehat.

“Kami ingin hari kesehatan nasional ini tidak dimaknai hanya sebatas seremonial tetapi bisa mendorong prilaku hidup sehat masyarakat dalam kehidupan sehari-hari," ucap Asisten Deputi bidang Koordinasi Ketahanan Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak, dan Kesehatan Lingkungan, Kemenko PMK, Meida Octarina.

Meida melihat, saat ini hampir di seluruh dunia mengalami perubahan atas perilaku hidup sehat, khususnya generasi muda. Banyak diantara mereka kurang sadar terhadap kesehatan, kurang makan sayur dan buah, serta kurang tahu bagaimana menjaga kesehatan.

Hal ini, bagi Meida, berdampak pada pola penyakit yang berubah, penyakit menular menurun tapi kecenderungan penyakit tidak menular seperti diabetes, jantung, kanker justru meningkat.

Data Kementerian Kesehatan tahun 2016 menyebutkan, beban penyakit katastropik seperti jantung, stroke, diabetes, kanker, ginjal, hepatitis, thalasemia, leukemia, hemofilia telah mencapai penderita sebanyak 22 juta orang lebih dan hal tersebut ternyata menyerap beban anggaran Rp 1,69 triliun atau 29,67 persen.

"Parahnya penyakit jenis ini menyerang generasi muda. Ini harus diwaspadai," ungkap Meida.

Karena hal itu dalam rangka Hari Kesehatan yang ke-53 tahun ini, Pemerintah telah melakukan pendekatan melalui keluarga, yakni pendeketan promontif dan prevantif. Pendekatan tersebut dilakukan dengan cara memperbaiki kesehatan lingkungan, gizi, perilaku dan kewaspadaan dini.

"Saya yakin, ketika ada perubahan perilaku hidup sehat maka akan merubah kehidupan menjadi lebih baik sehingga kita bisa melakukan pencegahan dan hal ini dilakukan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat," tuturnya lagi.

Kemenko PMK dalam hal ini telah melakukan langkah-langkah Koordinasi dengan Kementerian dan Lemabaga terkait, khususnya Kementerian Kesehatan dalam mengimplementasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan perwujudan kegiatan peningkatan aktifitas fisik, pengukuran kebugaran dan kegiatan promosi kesehatan misalnya dengan bazar sayur dan buah-buahan.

Disisi lain, Meida menganggap bahwa anak muda saat ini, khususnya daerah perkotaan mulai sadar akan pentingnya kesehatan. Hal ini didukung oleh hasil survei yang dilakukan oleh CSIS dalam judul 'Ada Apa dengan Milenial? Orientasi Sosial, Ekonomi dan Politik' yang menyebutkan bahwa olahraga adalah kegiatan yang paling menarik minat anak muda saat ini dengan nilai tertinggi sebesar 30.8, di bawahnya musik 19.0, menonton film 13.7, sosial 5.5 dan politik 2.3.

Tidak heran jika saat ini ada banyak kegiatan-kegiatan olahraga yang diikuti oleh kalangan anak muda seperti Goes, running yang peminatnya sebagian besar ada di kalangan perkotaan.

Pemerintah saat ini telah menyiapkan jalan khusus bagi para penikmat olahraga sepeda dan lebih banyak taman terbuka untuk melakukan aktivitas fisik.

“Saya kira ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin agar misi membangun kesehatan ini bisa diraih, pembangunan nasional bisa tercapai, dan bonus demografi bisa kita rasakan," ujar Meida.

Pejabat Kemenko PMK ini juga mengatakan akan lebih bak jika kelompok yang lebih tua meniru generasi milenial dalam hal menyukai olah raga. ***

Laksito Adi Darmono
Wartawan Suara Karya. Email: dlaksitoadi@yahoo.com.
Editor :