logo

Kemenko PMK Kembali Sosialisasikan Program BPNT di Yogyakarta

Kemenko PMK Kembali Sosialisasikan Program BPNT di Yogyakarta

Dok. Kemenko PMK.
Kemenko PMK Kembali Sosialisasikan Program BPNT di Yogyakarta

JAKARTA (Suara Karya): Setelah menyelenggarakan Sosialisasi Kebijakan Program BPNT dan Rencana Perluasan BPNT Tahun 2018 untuk wilayah Indonesia Barat di Padang, Sumatera Barat, Kemenko PMK menggelar kegiatan yang sama untuk wilayah Indonesia Tengah dan Timur di Yogyakarta.

Sosialisasi Kebijakan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Rencana Perluasan BPNT Tahun 2018 bagi wilayah Indonesia tengah dan timur diselenggarakan di Grand Aston Yogyakarta, Selasa (14/11).

Kegiatan ini dihadiri oleh anggota Tim Koordinasi (Tikor) Rastra, Bappeda, Divisi Regional Bulog, Kepala Dinas Sosial dan Pimpinan Bank Himbara seluruh provinsi di Indonesia tengah dan timur.

Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Bidang Sosial, Kebudayaan dan Kemasyarakatan, Bayu Haryono, mewakili Gubernur DIY.

Bayu, melalui rilis Kemenko PMK, mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan ini. Dengan sosialisasi menurutnya, pemerintah daerah dan stakeholder terkait dapat lebih memahami kebijakan BPNT hingga distribusinya ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM). “Dengan begitu, permasalahan dalam memberikan bantuan dapat segera teratasi,” harapnya.

Bayu menambahkan, Pemprov DIY juga mengapresiasi transformasi raskin menjadi BPNT. Hal tersebut merupakan suatu terobosan dalam membantu masyarakat yang kurang mampu. Dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) penerima BPNT dapat dilatih menabung.

“Masyarakat tidak lagi konsumtif, bantuannya cenderung aman, tidak perlu antre di lokasi penarikan. Masyarakat cukup datang ke e-warong di lingkungannya,” ujarnya.

Bayu juga berharap program bantuan sosial seperti BPNT dapat diperluas tidak hanya beras dan telur tetapi dapat pula berupa gas atau pupuk.

Sementara itu, Asisten Deputi Kompensasi Sosial Kemenko PMK, G. Fajar Suryono mewakili Ketua Tikor Rastra Pusat menjelaskan bahwa program BPNT diluncurkan sebagai upaya untuk menyalurkan bantuasn pangan yang selama ini melalui program Raskin, agar lebih tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu.

Melalui program BPNT diharapkan, dapat memberikan keleluasan penerima manfaat program dalam memilih jenis, kualitas, harga, dan tempat membeli bahan pangan.

Program ini juga diharap dapat sekaligus menghidupkan ekonomi rakyat dengan memberdayakan ribuan kios/warung/toko yang ada sehingga dapat melayani transaksi secara elektronik melalui sistem perbankan.

Fajar juga menerangkan, program BPNT terdiri dari tim pengendali dan tim pengelola. "Tim pengendali diketuai langsung oleh Menko PMK dengan anggota 14 kementerian terkait, Kepala BPS, Gubernur BI dan Ketua Dewan Komisioner  OJK,” katanya.

Sedangkan untuk tim pengelola, merupakan tim koordinasi bantuan sosial pangan yang secara berjenjang dari pusat, provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan yang nanti harus terus berkoordinasi dengan lurah, kepala desa, bank penyalur dan pendamping BPNT.

Sosialisasi Kebijakan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Rencana Perluasan BPNT Tahun 2018 bagi wilayah Indonesia tengah dan timur ini juga diisi dengan pemaparan nara sumber terkait. Selain G. Fajar Suryono yang memaparkan Kebijakan Nasional terkait BPNT, Kasubdit Direktorat Perlindungan dan Kesejahteraan Masyarakat Bappenas Ester Fitrinika Herawati Wahyuningsih juga menyampaikan Sosialisasi BPNT 2018 : Non Tunai (BPNT) dan Natura (Rastra). Sosialisasi BPNT tahun 2018 juga disampaikan oleh Sekretaris Ditjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos, M.O. Royani serta Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah I Kemendagri, Nyoto Suwignyo yang menjelaskan Peran Aktif Pemerintah Daerah untuk Program BPNT.

Sedangkan Manajer Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Primitiva Febriarti dan Analis Eksekutif Senior Grup Dukungan Strategis Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ida Rumondang menjelaskan kebijakan dan program BI serta OJK untuk mendukung program BPNT. ***

Laksito Adi Darmono
Wartawan Suara Karya. Email: dlaksitoadi@yahoo.com.
Editor :