logo

Kemenko PMK: Kekerasan Seksual Harus Dihilangkan

Kemenko PMK: Kekerasan Seksual Harus Dihilangkan

Dok. Kemenko PMK.
Komnas Perempuan bertandang ke Kedeputian Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak, Kemenko PMK. Beragam isu terkait kekerasan seksual dibahas dalam kesempatan ini.

JAKARTA (Suara Karya): Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak, Kemenko PMK, Sujatmiko minta kekerasan seksual bisa secepatnya dihilangkan.

Harapan itu disampaikan Sujatmiko dalam pembahasan materi DIM (Daftar Inventarisasi Masalah), RUU penghapusan kekerasan seksual, bersama Komnas Perempuan, akhir pekan lalu.

Melalui keterangan tertulisnya, Selasa, di Jakarta, dia minta pembahasan RUU penghapusan kekerasan seksual untuk diselesaikan secara cepat agar aksi kekerasan seksual pada perempuan bisa segera dihilangkan.

"Saya ingin mengetahui update informasi perkembangan RUU PKS (pengurangan kekerasan seksual) yang jadi perhatian khusus kita semua. Kalau bisa secepatnya diselesaikan menjadi UU,” ujar Sujatmiko.

Komnas Perempuan sebagai lembaga nasional HAM, menyampaikan secara rinci ikhtisar tanggapan atas DIM RUU penghapusan kekerasan seksual.

Beberapa hal yang disampaikan Ketua Komnas Perempuan, Azriana antara lain, jumlah Bab dalam RUU tentang penghapusan kekerasan seksual; Penegasan definisi kekerasan seksual dari naskah RUU DPR RI; Bab ruang lingkup; Bab Pencegahan serta Bab tindak pidana kekerasan seksual.

Termasuk di antaranya, Bab hak korban, keluarga korban, dan saksi; Bab penanganan perkara kekerasan seksual; Bab partisipasi Masyarakat; Bab pendidikan dan pelatihan; Bab pemantauan dan penghapusan kekerasan seksual; Bab pendanaan; Bab kerjasama internasional; serta Bab ketentuan peralihan.

Sujatmiko menghimbau agar RUU ini dikawal secara bersama-sama. “Nanti kita kawal bersama dan berharap adanya perubahan dan perkembangan," tutupnya. ***

Laksito Adi Darmono
Wartawan Suara Karya. Email: dlaksitoadi@yahoo.com.
Editor :