logo

Baznas-HP Sekuritas Luncurkan Zakat Saham, Investor Kini Lega Hartanya Tersucikan

Baznas-HP Sekuritas Luncurkan Zakat Saham, Investor Kini Lega Hartanya Tersucikan

“Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia seharusnya menjadi contoh bagi negara lain dalam hal keuangan syariah. Zakat saham di Indonesia ini adalah yang pertama di dunia,” kata Bambang Sudibyo saat menghadiri peluncuran Program Zakat Saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA (Suara Karya): Potensi zakat Indonesia sangat besar hingga bisa mencapai Rp 217 triliun per tahun, dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 37 persen. Meski realisasi penggalangannya secara terorganisir baru mencapai Rp 5 triliun per tahun. Itu diungkapkan oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Prof Bambang Sudibyo yang mengatakan bahwa penghimpunan dari seluruh pengelola zakat di Indonesia tahun ini saja bisa mengumpulkan dana lebih dari Rp 5 triliun. Tahun depan, kata dia, Baznas bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) optimistis dapat  mengumpulkan zakat hingga sebesar Rp 8 ,77 triliun.

Dari jumlah tersebut, ungkap Bambang, pihaknya  menargetkan dapat mengentaskan mustahik fakir miskin sebanyak 1% dari jumlah masyarakat miskin di Indonesia.

Tentu ini hal ini menjadi kabar menggembirakan termasuk bagi pelaku industri pasar modal yang melihat bahwa potensi zakat saham pun akan berkembang pesat ke depan. Ini karena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Sedangkan penerapan zakat saham tidak bertentangan dengan syariat Islam. Saham adalah bagian dari harta berkembang yang boleh dizakati. Artinya, saham sangat diperbolehkan untuk dijadikan objek zakat.

Bahkan Ketua Baznas menyebut Indonesia adalah negara pertama yang menerapkan zakat saham.

“Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia seharusnya menjadi contoh bagi negara lain dalam hal keuangan syariah. Zakat saham di Indonesia ini adalah yang pertama di dunia,” kata Bambang Sudibyo saat menghadiri peluncuran Program Zakat Saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Fakta ini pula yang mendorong Baznas dan PT Henan Putihrai Sekuritas (HP Sekuritas) yang mengklaim sebagai pelopor ‘Investasi Berbagi’ meluncurkan Program Shadaqah dan Zakat Saham Nasabah atau dinenal dengan  nama Sazadah. Program ini dimaksudkan sebagai fasilitasi investor  baik berbasis syariah maupun konvensional untuk dapat menyucikan harta sekaligus berbagi harta kepada sesama melalui sedekah dan zakat saham/dana. Serta membuka peluang bagi investor lain untuk sedekah.

Direktur HP Sekuritas Ferry Sudjono menyebut bahwa akronim Sazadah diilhami dari kata sajadah yang menggambarkan bahwa HP Sekuritas menjadi wadah dalam menghimpun shadaqah dan zakat dari berbagai lapisan masyarakat dengan harapan mendapatkan ridha Allah SWT.

“Program Sazadah merupakan pengembangan dari program Berinvestasi Sambil Sedekah (Berkah) yang tahun lalu diluncurkan, juga sebagai hasil kerjasama HP Sekuritas dengan Baznas sebagai bukti dilakukannya  inovasi secara terus menerus dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat untuk menunaikan zakat dan sedekahnya,”jelas Ferry.

Peluncuran program ini dilaksanakan di Main Hall Bursa Efek Indonesia bersamaan dengan pembukaan perdagangan saham. Hadir dalam acara tersebut Ketua Baznas Bambang Sudibyo, Direktur PT Henan Putihrai Ferry Sudjono, Wasekjen MUI Pusat Amirsyah Tambunan, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Alpino Kianjaya dan Deputi Direktur Pasar Modal Syariah OJK Muhammad Thoriq serta sejumlah tamu undangan dari perbankan nasional, IAEI, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), FoSSEI, GP Ansor serta Fatayat NU. 

Ferry Sudjono mengatakan kalau peluncuran program ini merupakan kelanjutan dari komitmen HP Sekuritas dalam memperkenalkan variasi sarana donasi, meningkatkan kesadaran berinvestasi dan berbagi serta yang tak kalah penting mendukung program pasar modal syariah.  Sedangkan misinya ingin terus menjaring donatur yang sudah ada maupun donatur baru melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Siapapun dapat berpartisipasi dalam program Sazadah, investor retail, lembaga/institusi, organisasi kemasyarakatan, selama mereka terdaftar sebagai nasabah/pemegang rekening HP Sekuritas dan bertransaksi dalam bentuk saham melalui HP Sekuritas,” ujarnya.

Investor syariah maupun konvensional yang telah melaksanakan transaksinya kemudian dapat menyalurkan donasi tersebut ke Baznas. Sedekah bagi nasabah syariah khususnya saham-saham yang terdaftar di Daftar Efek Syariah, kemudian nasabah konvensional bisa memberikan donasi saham yang terdaftar di IHSG.

Menurutnya, ada perbedaan program Berkah dan Sazadah. Dalam program Berkah, nasabah melakukan transaksi yang dipungut biaya dari Henan kemudian sebagian biaya tersebut disalurkan ke Baznas.

Henan mencantumkan nama nasabah yang melakukan transaksi kepada Baznas. Sedangkan dalam program Sazadah terdapat dua bentuk yakni saham atau dalam bentuk dana. Jika selama ini orang cenderung membayar zakat dengan dana, maka Henan mencoba menawarkan membayar zakat dengan saham melalui kerjasama dengan Baznas.
"Saham yang dapat dizakatkan itu masuk kategori yang syariah dan likuid. Secara tidak langsung akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat yang selama ini masih wait and see bagaimana melakukan transaksi di pasar modal," ungkapnya.

Dengan program zakat dan sedekah saham tersebut, dia berharap semakin banyak nasabah yang berinvestasi ke pasar modal. Henan akan berupaya meningkatkan transaksi dari nasabah yang ada serta menjaring nasabah baru. Saat ini jumlah nasabah syariah di Henan hanya 10-20 persen dari total nasabah.

Ketua Baznas Bambang Sudibyo menegaskan  program ini akan menjadi jalan alternatif untuk membendung kepungan kapitalisme.

"Di tengah kesenjangan sosial yang tinggi, sedekah dan zakat saham menjadi sangat strategis karena program ini merupakan koreksi terhadap kapitalisme, yang semangatnya adalah memaksimalkan akumulasi kapital," katanya.

Ia berharap, semakin banyak para pelaku pasar modal yang bersedekah dan berzakat produk-produk sekuritasnya. Selain saham, diharapkan juga berzakat obligasi untuk membantu mengentaskan kemiskinan.

Sedekah dan zakat yang dikeluarkan oleh para pemilik saham tersebut akan disalurkan kepada mustahik yang membutuhkan melalui Baznas, untuk membantu mustahik memperoleh penghidupan lebih baik melalui Program Zakat Community Development (ZCD). Program ini, kata Bambang merupakan pengembangan komunitas dengan mengintegrasikan aspek sosial (pendidikan, kesehatan, agama, lingkungan, dan aspek sosial lainnya) dan aspek ekonomi secara komprehensif yang pendanaan utamanya bersumber dari zakat, infak, dan sedekah sehingga terwujud masyarakat sejahtera dan mandiri.

“Tahun ini kita targetkan sebanyak 4l titik ZCD terbangun di berbagai desa di Indonesia,”ungkap Bambang.

Wasekjen MUI Pusat Amirsyah Tambunan menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang menyentuh para pelaku di bursa saham Indonesia yang kini dapat menyucikan harta mereka. Prinsip-prinsip syariah yang terkandung dalam program ini telah mendapatkan pengakuan dari MUI.

MUI mempertegas bahwa saham termasuk jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya setelah mencapai nishab. Menunaikan zakat saham perusahaan, kata Amirsyah merupakan bagian dari kewajiban zakat perusahaan yang harus dibayarkan. Sebab saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Dengan demikian, apabila seseorang membeli saham, sama halnya ia membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan tersebut dan berhak atas keuntungan perusahaan dalam bentuk dividen pada saat perusahaan membukukan keuntungannya.

Dalam pembahasan forum-forum ulama dunia, keputusan fatwa hukum mengeluarkan zakat atas kepemilikan saham adalah wajib bagi yang telah mencapai haul dan nisab (waktu dan jumlah yang ditentukan). Di Indonesia, kewajiban mengeluarkan zakat perusahaan ini sesuai dengan UU No.23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Namun menurut MUI tidak sembarang saham bisa dizakatkan. Saham yang bisa dizakati adalah saham yang masuk Daftar Efek Syariah (DES). Dengan begitu, harapannya saham perusahaan yang diakadkan tidak tidak melakukan penjualan barang atau jasa yang dilarang dalam syariat islam seperti daging babi, minuman keras, ataupun perjudian.

DSN MUI juga akan memberikan sertifikasi bagi perusahaan sekuritas yang ingin terlibat dalam penerapan zakat saham. Ia mengatakan, nantinya DSN MUI juga terus memantau terkait pengelolan zakat saham, sehingga apabila terjadi pelanggaran syariat akan ditindak secara tegas.

AG. Sofyan
adalah wartawan Suara Karya sejak tahun 2002 dan juga author buku biografi tokoh nasional. Email: sofyanagus30@gmail.com
Editor : Laksito Adi Darmono