logo

Tuan Rumah WZF, Indonesia Hasilkan Good Amil Governances sebagai Benchmark Standar Pengelolaan Zakat Dunia

Tuan Rumah WZF, Indonesia Hasilkan Good Amil Governances sebagai Benchmark Standar Pengelolaan Zakat Dunia

"Pengelolaan zakat di seluruh dunia segera memiliki standar yang baku karena Good Amil Governance sudah siap di launching pada 2018 mendatang," kata Bambang yang juga Ketua Baznas kepada pers nasional dan internasional.

SURABAYA (Suara Karya) : Indonesia kembali menjadi tuan rumah pertemuan Forum Zakat Dunia (World  Zakat Forum) atau lebih dikenal WZF, yang diikuti oleh para pengelola zakat dari dalam dan luar negeri  di Surabaya.

Sebanyak 28 delegasi organisasi pengelola zakat dari lima Negara. Selain Indonesia sebagai host, Brunei Darussalam, Uganda, Bangladesh, dan Nigeria berkumpul membahas sejumlah isu penting dalam pengelolaan zakat Internasional.

Sekretaris Jendral WZF Prof Dr Bambang Sudibyo  mengatakan salah satu materi pembahasan ialah  dokumen teknis Good Amil Governance sebagai langkah untuk merealisasikan Zakat Core Principle.  Dokumen ini akan menjadi standar pengelolaan zakat internasional dan menjadi benchmark bagi seluruh organisasi pengelola zakat.

"Pengelolaan zakat di seluruh dunia segera memiliki standar yang baku karena Good Amil Governance sudah siap di launching pada 2018 mendatang," kata Bambang yang juga Ketua Baznas kepada pers nasional dan internasional.

Good Amil Governance, tegas mantan menteri keuangan ini akan membuat pengelolaan zakat menjadi lebih profesional sehingga manfaatnya bagi mustahik makin besar dan sangat dirasakan keberadaannya.

Selain itu, tambah dia,  pengelolaan zakat yang makin baik juga akan membuat para muzaki semakin mempercayakan dana zakatnya kepada organisasi pengelola.

Bambang menyebut kalau WZF saat ini juga memproses dokumen teknis mengenai manajemen risiko pengelolaan zakat. Diharapkan, dokumen tersebut dapat pula diresmikan tahun depan.

Pertemuan ini juga akan membahas program strategis WZF pada 2018 seperti penambahan jumlah organisasi anggota serta rencana kerjasama dengan Persatuan Bangsa-Bangsa dan berbagai lembaga multilateral. Selain itu penguatan internal organisasi juga turut dibahas dalam pertemuan ini, utamanya mengenai strategi penguatan kerjasama di antara negara-negara anggota WZF.

Saat ini WZF beranggotakan lembaga-lembaga zakat dari 21 negara, yaitu: Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Vietnam, India, Bangladesh, Arab Saudi, Yordania, Kuwait, Qatar, Turki, Bosnia dan Herzegovina, Inggris Raya, Mesir, Maroko, Uganda, Sudan, Nigeria, South Afrika, dan Amerika Serikat.

Dalam pertemuan tahunan Forum Zakat Dunia (WZF) 2017 itu telah disepakati dan dikeluarkan 15 Resolusi Surabaya, diantaranya yakni :

  1. Disepakati catatan teknis pengorganisasian Amil yang baik dan manajemen resiko lembaga zakat akan diluncurkan pada KTT Bank Dunia dan IMF pada Oktober 2018 di Bali. Surat resmi akan dikirim ke Bank Indonesia untuk memasukkan agenda tersebut di KTT. 
  2. Disepakati pertemuan final nota teknis pengelolaan dana zakat akan diadakan di Bosnia Herzegovina pada Maret atau April 2018. Pertemuan akan digabungkan dengan Pertemuan Tahunan WZF dan Konferensi Internasional WZF pada 2018
  3. Catatan teknis pada tiga topik, yaitu (i) jenis objek zakat dan barang yang dapat bernilai zakat; (ii) standar akuntansi; dan (iii) standar audit syariah. Catatan teknis pertama akan ditangani Brunei Darussalaam yang diwakili Prof Abd Ghafar Ismail sedangkan dua catatan teknis lainnya akan ditangani Indonesia yang ditangani Irfan Syauqi Beik
  4. Catatan teknis akan tersedia dalam bahasa Inggris dan Arab. Dukungan dari negara-negara anggota WZF, khususnya Maroko dan Arab Saudi, akan diapresiasi 
  5. Tentang keanggotaan Forum Zakat Dunia, disepakati bahwa konsep keanggotaan akan disusun oleh Bangladesh yang dipimpin Dr Muhammad Ayub Miah dan draft itu akan diajukan dalam pertemuan Bosnia. Konsep Keanggotaan Forum Ekonomi Dunia dan World Islamic Economic Forum dapat dijadikan salah satu referensi utama 
  6. Forum Zakat Dunia akan bertemu dengan UNDP Indonesia untuk membahas kemungkinan WZF menjadi lembaga mitra resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan sebaliknya meminta UNDP untuk menjadi anggota asosiasi WZF. Markas UNDP juga akan diundang dalam konferensi Bosnia
  7. Forum Zakat Dunia akan meminta IRTI-IDB untuk menjadi anggota asosiasi WZF
  8. WZF akan memberikan surat pengangkatan untuk Sekretaris Jenderal, Wakil Sekretaris Jenderal dan Perwakilan Negara beserta peran, tugas, dan tanggung jawabnya
  9.  Pertemuan Sekretariat Pertama antara Sekjen dan Wakil Sekjen Forum Zakat Dunia akan dilakukan di Bosnia sebagai bagian dari Rapat Tahunan WZF 2018. Pertemuan Sekretariat kedua akan diadakan di Bali pada Oktober 2018 sebelum Konferensi Tingkat Tinggi Bali
  10. Negara-negara anggota WZF menyatakan komitmen memberikan informasi yang berguna untuk memperkaya isi situs WZF secara regular
  11. WZF akan menerbitkan laporan kompilasi World Zakat Forum. Januari 2018 akan menjadi edisi pertama dari newsletter ini
  12. Tema Konferensi WZF 2018 di Bosnia adalah "Melembagakan Zakat untuk Pengentasan Kemiskinan dan  Pembangunan Manusia". Zakat on SDGs dan transfer zakat internasional dijadikan sub tema konferensi
  13. WZF akan menghasilkan makalah strategis sebagai organisasi yang berdiri pada isu kemanusiaan dunia yang melibatkan umat Islam.
AG. Sofyan
adalah wartawan Suara Karya sejak tahun 2002 dan juga author buku biografi tokoh nasional. Email: sofyanagus30@gmail.com
Editor : Gungde Ariwangsa SH