logo

Ujian CPNS Kanwil Kemenkumham Jabar > Tidak Lulus CAT Diterima, Persetra Lolos CAT Justru Digagalkan

Peserta ujian CPNS Kanwil Kemenkumham Jabar dari Bekasi itu mengaku sudah khawatir dengan kawan-kawannya begitu direkrut lagi perserta yang tidak lulus dalam jumlah lebih besar beberapa kali lipat dari yang sudah dinyatakan lulus CAT.

JAKARTA (Suara Karya): Sejumlah peserta ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan HAM/Kanwil Kemenkumham Jabar menyatakan kekecewaannya yang sangat mendalam terkait keikutsertaan dalam ujian yang dilangsungkan di Bandung selama beberapa hari. Pasalnya, mereka gagal menjadi CPNS Kanwil Kemenkumham Jabar justru karena digagalkan peserta CPNS yang sebelumnya telah dinyatakan tidak lulus/gagal CAT oleh panitia.

Hal itu terjadi karena peserta CPNS Kanwil Kemenkumham Jabar  yang sebelumnya sudah dinyatakan tidak lulus atau  gagal dalam ujian CAT, direkrut lagi oleh panitia pada tahapan ujian selanjutnya.  “Pada tahap kesamaptaan dan wawancara nilai CPNS yang sudah gagal sebelumnya itu agaknya dikatrol sedemikian rupa oleh panitia. Sebaliknya dengan CPNS yang lulus CAT, dijeblokkan nilainya sehingga memenuhi unsur untuk dinyatakan tidak lulus menjadi CPNS Kanwil Kemenkumham Jabar,” ujar salah satu peserta yang dinyatakan gagal di Bekasi, Sabtu.

Peserta ujian CPNS Kanwil Kemenkumham Jabar dari Bekasi itu mengaku sudah khawatir dengan kawan-kawannya begitu direkrut lagi perserta yang tidak lulus dalam jumlah lebih besar beberapa kali lipat dari yang sudah dinyatakan lulus CAT.

“Saya sedih dan merasa prihatin dengan kegagalan ini. Saya ini guru olahraga, tapi nilai saya justru dijeblokkan di ujian kesamaptaan dan wawancara,” ujar anak muda yang lolos dalam ujian CAT dengan nilai cukup bagus tersebut.

Panitia ujian CPNS Kanwil Kemenkumham Jabar yang berusaha dikorfirmasi, tidak bersedia memberi penjelasan. Alasannya, penjelasan soal rekrutmen CPNS Kanwil Kemenkumham Jabar ada di Kemenkumham pusat. Humas Kemenkumham belum berhasil dikonfirmasi soal yang tidak lulus menggagalkan yang lolos ini.
Peserta ujian CPNS Kanwil Kemenkumham Jabar dari Cikarang juga menuding ada permainan dalam pelaksanaan ujian CPNS Kanwil Kemenkumham Jabar. Terutama setelah ujian CAT, yang meloloskan hanya 700 lebih peserta.

Salah satu indikasinya, kata peserta yang juga lolos ujian CAT itu,  karena yang direkrut dari yang tidak lulus CAT mencapai 3.000 atau lebih dari empat kali lipat dari yang lulus. Jika mau fair, katanya, 700 yang lulus CAT seharusnya diteruskan dulu mengikuti ujian tahap berikutnya dan diloloskan berapa saja yang  benar-benar lulus pada semua tahapan ujian.

Selanjutnya baru dilakukan rekrutmen dari yang tidak lolos/lulus ujian di CAT dan di tahap berikutnya untuk memenuhi kuota CPNS di Kanwil Kemenkumham Jabar.

“Yang saya khawatirkan, banyak di antara CPNS yang tidak lolos ujian CAT itu anak-anaknya pejabat atau titipan-titipan, maka dilakukanlah rekrutmen CPNS yang sudah tidak lulus CAT untuk mengikuti ujian tahap berikutnya. Ternyata pula, mereka berjaya menyingkirkan peserta yang lulus ujian CAT. Jadilah yang tidak lulus menyingkirkan yang lulus,” ujarnya.

Peserta yang juga rajin olahraga namun agak kurang pengetahuan umum itu mengaku justru kerugianlah yang diderita mengikuti ujian CPNS Kanwil Kemenkumham Jabar. Dia terpaksa menginap di hotel agar bisa mengikuti jadwal ujian yang pagi sekali. “Kok pengangguran dituntut harus mengeluarkan uang banyak agar bisa mengikuti ujian CPNS Kanwil Kemenkumham Jabar. Sudah begitu dimain-mainin lagi. Sudah kalah maju lagi, eh ujung-ujungnya yang lulus dan lolos menjadi tersingkirkan oleh yang sudah kalah,” ujarnya.

Dia juga mengkritik materi ujian kesamaptaan yang kental nuansa ketentaraan itu. Dia mengakui yang mau direkrut CPNS untuk sipir di lapas/rutan, tetapi tidaklah harus bagai tentara. Sebab, sesungguhnya bukan tenaga yang harus lebih ditonjolkan seorang sipir penjara. Melainkan sifat-sifat persahabatan, komunikatif dengan narapidana dan dapat melakukan tindakan persuasif dalam menghadapi narapidana yang hendak melakukan ulah atau berbagai tindak kejahatan dalam penjara. ***

Wilmar Pasaribu
Editor :