logo

Menko PMK Buka Banyuwangi Ethno Carnival 2017

Menko PMK Buka Banyuwangi Ethno Carnival 2017

foto: ist
Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2017 diharpkan dapat mengukuhkan kekayaan seni budaya dan mendongkrak perekonomian masyarakat Banyuwangi.

JAKARTA (Suara Karya): Menko PMK Puan Maharani berharap pesta budaya Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) sebagai ajang resmi tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2011, dapat memberikan dampak bagi perekonomian berbasis budaya masyarakat dan usaha kecil menengah di Kabupaten Banyuwang.

Harapan itu disampaikan Puan saat membuka secara resmi pergelaran pesta budaya BEC 2017, di Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (11/11) siang.

"Kegiatan gelar budaya Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran pentingnya kekuatan atas potensi yang dimiliki bangsa Indonesia yaitu budaya," katanya.

Produk Budaya sangat beragam, mulai dari kain, kuliner, kesenian, ukiran, kerajinan dan sebagainya.

Puan mengingatkan dan mengajak Bangsa Indonesia untuk mensyukuri karunia dan rahmat dari Allah SWT, yang telah melimpahkan berbagai kekayaan sumber daya alam, budaya, keindahan alam dan panorama yang indah.

"Menjadi tugas kita bersama, untuk memanfaatkannya demi memperteguh jiwa Bhineka Tunggal Ika, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta membangun kepribadian bangsa yang berkebudayaan,” paparnya.
 
Menurut Puan, penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival yang digelar untuk ke-7 kalinya ini merupakan wadah untuk menumbuhkan kreativitas rakyat Banyuwangi sekaligus mengangkat potensi wisata Kabupaten Banyuwangi. “Dengan menghadirkan tema dari kultur budaya dan kearifan lokal yang berbeda-beda setiap tahun, membuktikan bahwa Banyuwangi Ethno Carnival merupakan salah satu bentuk etalase seni yang patut mendapat apresiasi,” ujarnya lagi.
 
Dengan jumlah wisatawan yang mencapai 4 juta wisatawan dari target 2,5 juta pada akhir tahun 2016, telah membuktikan sekali lagi bahwa Kabupaten Banyuwangi yang memiliki julukan sebagai 'The Sunrise of Java', merupakan salah satu destinasi pariwisata andalan Indonesia di masa yang akan datang.

Menko PMK mengapresiasi pula berbagai upaya Pemkab Banyuwangi dan jajarannya, masyarakat serta seluruh pihak yang membawa nama Banyuwangi hingga semakin terkenal baik di dalam maupun luar negeri.
 
BEC 2017 mengambil tema “Majestic Ijen” mempertontonkan keagungan Gunung Ijen yang sangat dibanggakan masyarakat Banyuwangi.

Explorasi Gunung Ijen akan disuguhkan melalui  peragaan kostum bertema penambang belerang, blue fire, dan kawah Ijen.

Sebelum pembukaan, Menko PMK berkesempatan memberikan secara simbolis bantuan kepada 5 anak yatim piatu berupa alat tulis dan uang saku.

Selain itu juga penyerahan secara simbolis kepada 5 anak penerima manfaat program garda ampuh dan 5 lansia penerima rantang kasih. Kedua program terakhir merupakan program unggulan milik Pemkab Banyuwangi.

Acara pembukaan BEC 2017 dihadiri antara lain Menteri Pariwisata Arief Yahya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wabup Banyuwangi, Anggota Komisi IV DPR RI, Perwakilan Badan Promosi Pariwisata dari Sulawesi dan NTT, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK I Nyoman Shuida, budayawan dan tokoh agama se-Kab Banyuwangi, Duta Anak Muda dari 21 negara sahabat. ***

Laksito Adi Darmono
Wartawan Suara Karya. Email: dlaksitoadi@yahoo.com.
Editor :