logo

Pulau Wisata Kesehatan di Sumenep Kini Sudah Berlistrik

Pulau Wisata Kesehatan di Sumenep Kini Sudah Berlistrik

Foto : Istimewa
Perjuangan melistriki pulau yang sudah dicanangkan sebagai obyek wisata kesehatan itu merupakan perjuangan yang paling berat. "Kami harus berpikir keras bagaimana caranya mendaratkan mesin trafo yang besar dan berat di pulau yang tak memungkinkan kapal merapat dengan stabil ini

SURABAYA (Suara Karya): Perusahaan Listrik Negara (PLN) mulai mengoperasikan pembangkit listrik bermesin diesel untuk menerangi Pulau Gili Iyang yang berlokasi di ujung Kabupaten Sumenep. Sebanyak 3.000 penduduk di pulau terpencil itu, mulai sekarang sudah bisa menggunakan perangkat elektronik yang berbasis listrik.

Menurut General Manager PLN Distribusi Jatim, Dwi Kusnanto, perjuangan melistriki pulau yang sudah dicanangkan sebagai obyek wisata kesehatan itu merupakan perjuangan yang paling berat. "Kami harus berpikir keras bagaimana caranya mendaratkan mesin trafo yang besar dan berat di pulau yang tak memungkinkan kapal merapat dengan stabil ini,” ujarnya, Sabtu (11/11).

Seperti diketahui, Gili Iyang menjadi prioritas karena pulau ini sudah dicanangkan sebagai objek wisata kesehatan sejak 2015 lalu. Pulau ini diklaim memiliki kadar oksigen tertinggi dunia yang mencapai 21,5 persen atau lebih tinggi dari kadar oksigen rata-rata yang hanya 20 persen.

Mesin pembangkit listrik kapasitas 3 x 500 kilo Watt yang dioperasikan ini, kata dia, mampu melistriki rumah 3.000 pelanggan Desa Bancamara dan Desa Banraas yang ada di pulau tersebut. Butuh perjuangan besar untuk mengoperasikan peralatan modern tersebut.

Dia kemudian menyebutkan tentang proses pengangkutan pembangkit bermesin diesel, tiang listrik dan peralatan lain dari Surabaya menuju Pamekasan yang mencapai empat jam. Lalu dilanjut menuju Sumenep sekitar 1,5 jam.

Selanjutnya, peralatan ini diseberangkan ke Gili Iyang menggunakan transportasi kapal penumpang selama 1 jam. Akses menuju lokasi pendirian tiang, kata dia juga tidak mulus.

Dibantu masyarakat setempat, pihaknya harus membuat jalur transportasi menuju bibir pantai menggunakan karung–karung berisi pasir. Setelah proses yang membutuhkan waktu lama tersebut, barulah mesin bisa didaratkan dengan bantuan forklift dari kapal ke daratan.

Pada bagian lain, Wakil Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi, mengaku bersyukur pulau itu telah diterangi listrik PLN. "Semoga kami bisa “Semoga kami bisa mengembangkan potensi pariwisata yang ada agar kehidupan warga dan ekonomi di tempat ini menjadi lebih baik,” ujarnya.

Menyusul Gili Iyang, PLN tahun depan berencana akan melistriki pulau lain seperti Pulau Sepanjang, Raas dan Kangean. Selanjutnya pada 2019, mereka juga siap melistriki Pulau Tonduk, Pulau Gua Gua, Paleyat, Masakambing, Saubi, Sakala, Pagerungan Kecil dan Sabunten. "Kami ingin mewujudkan Sumenep 100% terang,” kata Dwi Kusnanto.

Disinggung tentang investasi yang dibutuhkan, PLN menyebut dana untuk Pulau Gili Iyang saja mencapai Rp 12,95 miliar. Dana itu antara lain digunakan untuk pembangunan jaringan listrik, 6 buah Gardu Distribusi dengan kapasitas masing – masing 600 kilo Volt Ampere (kVA) dan PLTD berkapasitas 3x500 kW.***

Andira
email: andirask@gmail.com
Editor : Laksito Adi Darmono