logo

Gemah, Pantai Tersembunyi di Ujung Tulungagung

Gemah, Pantai Tersembunyi di Ujung Tulungagung

Pantai ini sudah indah Pantai ini sudah indah sejak jaman dulu. Tapi baru ketahuan cantiknya, setelah ada jalur lintas selatan. Alhamdulillah, kami ikut kebagian berkah

TULUNGAGUNG (Suara Karya): Kemolekan obyek-obyek wisata tersembunyi di pesisir selatan Pulau Jawa satu persatu mulai terkuak. Pantai Gemah Tulungagung yang sebelumnya bahkan nyaris tak dikenal orang, belakangan mulai menjadi jujugan wisatawan dalam dan luar kota.

Adalah jalur lintas selatan (JLS) pulau Jawa yang menguak menyingkap tabir kemolekan Pantai Gemah. "Pantai ini sudah indah sejak jaman dulu. Tapi baru ketahuan cantiknya, setelah ada jalur lintas selatan. Alhamdulillah, kami ikut kebagian berkah," ujar Ketua Kelompok Sadar Wisata Pantai Gemah, Sumarli, Rabu (18/10).

Dilihat dari jalur lintas selatan yang ada di atasnya, pantai eksotis yang membentang sekitar dua kilometer itu memang sangat mencolok. Pantai di kawasan Teluk Popoh, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung yang dikitari tebing bebatuan itu membuat penasaran para pengguna jalan yang sedang melintas di jalur mega proyek Banyuwangi-Pacitan tersebut.

Birunya air laut itu menjadi sangat kontras karena dikitari ribuan pohon cemara. Dari atas jalur lintas selatan, pantai itu seperti bertabur benda-benda kecil terapung yang sejatinya adalah perahu-perahu nelayan milik warga setempat yang sedang sandar.

Di obyek wisata ini, pengunjung bisa berjalan kaki melepas penat di lautan pasir sambil melihat batu-batu besar unik yang terselubung diantara tebing-tebing hijau dan semak belukar. Turis juga bisa berlalu-lalang memanfaatkan kendaraan ATV yang bisa disewa Rp 40-50 ribu per setengah jam, atau motor trail Rp 60 ribu per setengah jam.

Terkuaknya kecantikan Pantai Gemah juga sudah mulai memberi berkah bagi warganya. Mereka yang semula hanya mengandalkan pemasukan dari hasil tangkapan ikan, kini mempunyai usaha tambahan. Mulai dari usaha kuliner hingga penjualan souvernir. Bahkan bisnis persewaan ATV dan motor trail juga merupakan ladang bisnis baru milik warga setempat.

Hingga saat ini, sudah ada 50 pedagang yang membuka kios di pantai ini. Warga yang mayoritas berasal dari keluarga nelayan setempat itu, bahkan mampu membawa pulang uang hasil dagangan antara Rp 4-5 jura saat hari libur.

Sejak pantai itu dibuka untuk umum mulai Jui 2017, kata Sumarli, jumlah pengunjung sudah mencapai 225.392 orang. Rekor kunjung terjadi pada Juli 2017 yang mencapai 145.332 orang. “Saat itu bertepatan dengan libur panjang Hari Raya Idul Fitri dan libur sekolah. Jadi wajar kalau jumlah pengunjungnya membludak,” ujarnya.

Pemkab Tulungagung sendiri berambisi menjadikan pantai ini sebagai pesaing pantai-pantai yang ada di Banyuwangi, Pacitan dan Bali. "Kami terus berbenah, sekarang misalnya kami sudah memulai pembangunan wahana flying fox untuk outbond. Belum lagi fasilitas seperti waterpark yang akan dibangun juga di lokasi ini, " ujar Sumarli.

Di temui di Pantai Gemah, Riyanto (45) yang datang bersama keluarga besarnya mengaku belum lama mengetahui kemolekkan pantai Gemah. "Saya tahu pertama kali waktu lewat jalur lintas selatan, saat hendak menengok mertua di Blitar," ujar Riyanto yang warga asli Jogjakarta tersebut.

Dia mengaku langsung takjub melihat kemolekkan pantai ini dari jalur lintas setelan. Saat kunjungan pertama, kata dia, pantai ini masih sangat alami dan infrastrukturnya sangat terbatas. "Tapi saat kunjungan kedua, jalannya sudah lamayan bagus dan sudah banyak kios yang buka," ujarnya yang berencana akan selalu mengagendakan singgah ke Pantai Gemah tiap kali melintasi jalur lintas selatan.***

Andira
email: andirask@gmail.com
Editor : Dwi Putro Agus Asianto -