logo

PLN Pastikan Petugasnya Tak Pernah Kutip Biaya Di Rumah Pelanggan

PLN Pastikan Petugasnya Tak Pernah Kutip Biaya Di Rumah Pelanggan

Modus yang digunakan pelaku mengunakan ID PLN dan surat tugas, menawarkan pergantian meteran listrik dari pasca bayar menjadi prabayar

JAKARTA (Suara Karya): Masyarakat diminta hati-hati menerima petugas listrik yang menawarkan migrasi dari pasca bayar ke prabayar ataupun tawaran menganti meteran listrik. Pasalnya, banyak muncul petugas gadungan yang menawarkan jasa kelistrikan tersebut tapi ujung-ujungnya menipu.

“Prinsipnya, PLN tidak pernah menyuruh petugasnya menawarkan jasa ke rumah rumah, apalagi melakukan transaksi di rumah pelanggan. Jika menemukan petugas seperti itu, berarti pelanggaran dan laporkan ke call center pengaduan 021-123,” kata General Manager PLN Jakarta Raya M Ikshan di Mapolda, Kamis (12/10) menyusul tertangkapnya petugas PLN gadungan.

Tersangka Dirman (31) dituduh telah melakukan penipuan terhadap belasan orang dengan modus menawarkan jasa ganti meteran lama ke baru, ganti layanan atau migrasi dari pasca bayar menjadi prabayar.

Lebih lanjut Ihsan menjelaskan, pelayanan PLN sifatnya gratis. Misalnya, mutasi KWH. SEdangkan untuk layanan migrasi, hanya dikutip biaya awal Rp 20 ribu untuk biaya pulsa. “PLN tidak ingin membebani masyarakat pelanggan,” katanya.

Kanit II Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Komisaris Indra Ranudikarta mengatakan untuk meyakinkan korban, Dirman selalu mengenakan tanda pengenal PLN (palsu). Sasarannya rumah-rumah yang masih menggunakan meteran model lama.

Setelah menemukan, ia menawari rumah korban menggunakan meteran baru (prabayar). Aksinya dilakukan di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.  Ia mengutip biaya Rp 850 ribu untuk mengganti meteran listrik, asuransi Rp 450 ribu, sehingga total biaya yang harus dibayar Rp 1,3 juta.

Semua pembayaran dilengkapi dengan kuitansi dan cap PLN. Seminggu setelah pembayaran, ia menjanjikan meteran baru terpasang.  Tapi, setelah menerima pembayaran, Dirman tak pernah kembali lagi.

Dirman mengatakan, ia melakukan penipuan karena himpitan ekonomi. Menurut catatan polisi, sudah 18 korban tertipu. Total hasil kejahatan yang diraup sekitar Rp 10 juta. Dirman diringkus di   Duren Jaya, Bekasi Timur, Jawa Barat.

Polisi menyita barang bukti berupa handphone, satu bundel surat pemasangan energy saver, id card PLN palsu, surat tugas PLN palsu, satu bundel kwitansi kosong, dan satu bundel rekomendasi alat energy saver palsu.

Komisaris Indra didampingi Kasubbid Penmas Humas Polda AKBP I Gede Nyengneng menyebut tersangka dijerat  pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan

B Sadono Priyo
Wartawan Suara Karya sejak 1997
Editor :