logo

Raden Isnanta: Gala Desa Mengena Langsung ke Masyarakat

Raden Isnanta: Gala Desa Mengena Langsung ke Masyarakat

Dr Raden Isnanta MPd.
Presiden mengarahkan agar program Kemenpora berbuat sesuatu yang langsung mengena ke masyarakat.

PURWOREJO – Program Gala Desa yang kini sedang digulirkan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), benar-benar dinikmati oleh masyarakat pedesaan. Hampir setiap tempat yang menjadi lokasi Gala Desa digelar, disambut antusias masyarakat setempat mulai dari tingkat paling bawah sampai paling atas semisal Dispora tingkat kabupaten.

Betapa tidak, program yang digulirkan di 34 Provinsi, 136 Kabupaten/Kota, dan 816 Desa/Kelurahan ini menyentuh langsung kepada masyarakat. Cabang olahraga yang dipertandingkan pun, merupakan cabang olahraga massal yang selama ini memang sudah digandrungi oleh masyarakat.

Dengan segala pertimbangan yang matang, Gala Desa mempertandingkan atau melombakan 6 cabang olahraga: Atletik, Bola Voli, Bulutangkis, Sepakbola, Tenis Meja, dan Sepak Takraw. Boleh dibilang, enam cabang olahraga ini adalah olahraga rakyat.

Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Dr Raden Isnanta MPd yang menggawangi program ini mengatakan, ide munculnya program ini bermula dari filosofi Presiden Joko Widodo dengan menjadikan bersepeda sebagai olahraga yang sehat.

Kemudian presiden pula yang mengarahkan agar pemerintah dalam hal ini Kemenpora berbuat sesuatu yang langsung mengena ke masyarakat. Maka terpilihlah enam cabang tersebut untuk dipertandingkan di Gala Desa.

“Program Gala Desa ini memang tidak mutlak untuk mengejar prestasi. Tapi ada dua tujuan yang ingin dicapai. Pertama pada kelompok pelajar untuk pembibitan, kedua kelompok umum untuk pemassalan,” kata Raden Isnanta kepada Suara Karya di Purworejo, Jawa Tengah sebelum meresmikan pembukaan Gala Desa di daerah tersebut, Kamis (12/10).

Dikatakan, cabang olahraga yang mengemban misi pembinaan adalah atletik, bulutangkis, dan tenis meja. Namun ada juga yang bisa masuk keduanya, untuk pembibitan dan umum. Khusus untuk sepakbola memang diperuntukkan bagi umum. Pasalnya, di Kemenpora sudah ada program sepakbola kelompok umur.

“Jadi pemilihan cabor itu juga punya pertimbangan tersendiri. Sepak Takraw misalnya, tidak semua ada penggemarnya di Tanah Air. Yang banyak di Sumatera di beberapa di Kalimantan dan Sulawesi. Nah, untuk cabang olahraga seperti ini kita perlu pemassalan mengingat sepak takraw ini dikenal sebagai olahraganya orang Melayu. Jadi seperti pengenalan budaya bangsa,” kata Isnanta.

Lebih jauh Isnanta mengatakan, di Deputi III sekarang ini ada 3 program unggulan yang benar-benar sesuai dengan arahan Presiden Jokowi. Ketiga program tersebut adalah Gowes Nusantara, Gala Desa, dan Liga Pelajar U 12, U 14, U 16, dan U 18 untuk mahasiswa. Dari apa yang sudah berjalan selama ini, semua sesuai harapan meski belum mencapai kata sempurna.

“Hasil yang kita lihat sekarang ini sudah ada. Di Liga Pelajar misalnya, sudah ada yang juara di tingkat regional. Seperti U 16 yang juara di Malaysia berapa bulan lalu. Kemudian jebolan pembinaan Liga Pelajar ini banyak yang menjadi tulang punggung tim nasional di kelompok umur tersebut,” ucap Isnanta. ***

 

Markon Piliang
Wartawan Suara Karya, memulai karier jurnalistik sejak 1989. Lulus uji kompetensi PWI. Email : markpiliang@yahoo.com
Editor : Markon Piliang