logo

Sudah 15 orang Diamankan, Polisi Masih Buru Massa Pendemo di Kemendagri

Sudah  15 orang Diamankan, Polisi Masih Buru Massa Pendemo di Kemendagri

Sejumlah perwakilan pegawai Kemedagri yang menjadi korban massa, melaporkan pelaku pengrusakan di Polda Metro Jaya
Barisan merah putih mensweeping orang-orang Papua yang Mendatangi Kemendagri

JAKARTA (Suara Karya): Massa pendemo di Kementerian Dalam Negeri  diketahui telah berada di Jalan Merdeka Utara sejak pertengahan Agustus 2017."Mereka itu tidak demo ya. Tapi memang ada di dalam Kemendagri berkaitan dengan kasus yang ada di MK (Mahkamah Konstitusi). Dia sudah dua bulan di situ," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda, Kamis .

Menurut Argo, massa beralasan bertahan selama dua bulan agar tidak ada orang Papua lain yang ke Kantor Kemendagri.  Namun Argo tidak merinci orang Papua lain yang dimaksud adalah massa pendukung calon Bupati Tolikara yang lain.

Awalnya, orang yang berkumpul hanya berjumlah sekitar lima sampai sepuluh orang setiap harinya. "Kalau tadi sekitar 30 orang ya. Kemudian 15 orang kita amankan," ucap Argo.

Pemicu kerusuhan  diduga akibat kesalahpahaman. Massa mendesak ingin bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, namun tak kunjung dipenuhi.

"Intinya, yang bersangkutan pengin ketemu Mendagri. Dan Pak Menteri mendelegasikan ke Dirjen Otda dan Polpum," ucap Argo.

Namun saat massa bersiap bertemu, kata Argo, perwakilan dari Kemendagri justru tidak bisa. "Saat dari Kemendagri ada waktu, yang dari anak-anak Papua ini tidak bisa ketemu. Jadi miss komunikasi aja di situ," jelas dia.

  Buru

Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Umum  Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan pihaknya sudah menangkap 15 orang dan masih memburu pelaku lainnya.

Sebelumnya, Barisan Merah Putih Papua pimpinan Wati Martha Kogoya mengawasi dan melakukan "sweeping" terhadap tamu asal Papua untuk melarang masuk ke Kemendagri.

Selanjutnya, massa Spontanitas Negeri Masyarakat Yapen, Intan Jaya dan Tolikat Papua pimpinan Absalom Manianj mendatangi Kemendagri bertujuan menyikapi putusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK).

Putusan MK itu terkait PHP Kabupaten Intan Jaya Provinsi Papua yang meminta pembentukan Tim Investigasi kasus Pilkada 2017 pada lima kabupaten.

Massa diduga tidak sabar menunggu pejabat Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri yang hendak menemui untuk menyampaikan aspirasinya.

Kemudian massa beranjak keluar gedung pertemuan seraya berteriak "Menteri harus turun sekarang juga".

Sekitar 30 pengunjuk rasa masuk ke pintu depan selanjutnya menganiaya sejumlah orang dan merusak fasilitas umum.

Tercatat 10 orang petugas mengalami luka akibat penganiayaan dan kerusakan seperti pot bunga, kaca pintu Gedung F Kemendagri, kaca di atas pintu Gedung B, kendaraan dinas pejabat Kemendari nomor polisi B-1081-RFW dan kaca belakang mobil D-1704-ACZ.

B Sadono Priyo
Wartawan Suara Karya sejak 1997
Editor :