logo

Peran Lembaga Riset Belum Sentuh Sektor Pertanian

Peran Lembaga Riset Belum Sentuh Sektor Pertanian

Herman Khaeron (ist)
Penggabungan lembaga riset teknologi dan pertanian akan menghasilkan kekuatan di sektor pertanian Indonesia.

JAKARTA (Suara Karya): Herman Khaeron menilai kerja sama antara lembaga riset dan teknologi dengan sektor pertanian di Indonesia belum berjalan maksimal. Padahal kontribusi hasil riset dan teknologi terhadap kemajuan pertanian sangat berpotensi untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan pangan dunia.

"Di banyak negara, lembaga penelitian berperan besar terhadap pembangunan termasuk pertanian. Hasil teknologi di NASA selalu dimanfaatkan dan bermanfaat untuk pembangunan termasuk sektor pertanian di AS. Di kita kerja sama itu masih lemah," ujar Herman, pada Lokakarya Dukungan Perbenihan dan Perbibitan dalam Pembangunan Pertanian, "Kontribusi Media Massa dalam Penderesan Pemberitaan", di Jakarta (Kamis (12/10).

Ketua Umum MPPI (Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia) itu memastikan, jika kedua lembaga itu (riset teknologi dan pertanian) digabungkan akan menghasilkan kekuatan di sektor pertanian Indonesia.

Misalkan riset teknologi menghasilkan varietas tumbuhan baru dengan tingkat produktivitas tinggi, akan berdampak terhadap produksi secara nasional. Semakin banyak produktivitas yang terciptakan akan menjamin ketahanan pangan suatu negara.

"Hal seperti itu masih lemah. Untuk itu perlu dikembangkan lagi kerja sama antarlembaga riset teknologi di Indonesia dengan sektor pertanian. Bila kedua lembaga ini digabungkan akan menjanjikan kekuatan besar bagi sektor pertanian Indonesia," ujar Herman.

Dia menyebutkan ada LAPAN, BPPT, LIPI, yang sudah banyak menghasilkan riset terapan namun belum optimal dimanfaatkan sektor pertanian sehingga mampu menjamin pertanian berkelanjutan.

Herman mengungkapkan, setidaknya diperlukan 5 syarat dalam budidaya berkelanjutan.

Pertama lahan. Ketersediaan lahan menjadi faktor utama. Lahan sebagai sumber kehidupan, tanaman, hewan.

Kedua air. Ini penting sebagai sumber kehidupan. Semua makhluk hidup perlu dan butuh air.

"Kemajuan pengetahuan kini mampu mengubah O2 menjadi H2O.
Gunung juga menjadi sumber air. Di negara tanpa gunung, mereka mampu mengubah air laut menjadi air tawar. Tapi ini mahal. Nah Indonesia memiliki komparatif advanted karena alam Indonesia tersedia dalm jumlah banyak dan subur," tambahnya.

Ketiga benih. Benih yang berkualitas sangat menentukan produktivitas.
Peran teknologi bisa mereused (menggunakan kembali) benih unggulan. Dan benih bisa direkayasa dalam berbagai varietas guna meningkatkan produktivitas.

Keempat pupuk. Pupuk, kata Herman, bisa menjadi sumber produktivitas. Namun penggunaan berlebihan justru akan membunuh masa depan manusia. Untuk menjaga sustainabilitas, pupuk penting tapi dengan komposisi yang tepat.

Kelima, manajemen tanam. Kedaulatan pangan sebenarnya memberi keleluasaan warga untuk menyediakan pangan. Cara bertanam yang tepat sangat menentukan produktivitas. ***

Laksito Adi Darmono
Wartawan Suara Karya. Email: dlaksitoadi@yahoo.com.
Editor :