logo

Gatot Brajamusti Diadili Terkait Senpi dan Elang Brontok

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hadiman dari Kejati DKI, Aa Gatot dipersalahkan telah melakukan pelanggaran memelihara satwa dilindungi. Selain itu, Gatot didakwa terkait kepemilikan senjata api secara ilegal

JAKARTA  (Suara Karya): Belum tuntas menjalani hukuman terkait kasus narkoba di Mataram, Nusa Tenggara Barat, terdakwa Gatot Brajamusti alias Aa Gatot sudah harus berhadapan lagi dengan jaksa terkait dakwaan kepemilikan senjata api dan satwa dilindungi di Jakarta.

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hadiman dari Kejati DKI, Aa Gatot dipersalahkan telah  melakukan pelanggaran memelihara satwa dilindungi. Selain itu, Gatot didakwa terkait kepemilikan senjata api secara ilegal. JPU Hadiman yang aktor film/sinetron itu menyebut Gatot  memelihara burung elang, menyimpan harimau mati yang diawetkan, dan menyimpan 2 pucuk senjata api serta ratusan amunisi.

"Terdakwa dengan sengaja dan melawan hukum menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, memperniagakan satwa yang dilindungidalam keadaan hidup," kata Hadiman saat membacakan surat dakwaannya terhadap  Gatot dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (10/10/2017).

Atas perbuatannya itu, Gatot didakwa melanggar Pasal 21 ayat 2 huruf a jo  Pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA Hayati dan Ekosistem. Selain itu, Gatot juga didakwa subsider terkait penyimpanan harimau mati yang diawetkan. "Terdakwa dengan sengaja dan melawan hukum telah menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati," ujar Hadiman.

JPU Hadiman kemudian membacakan dakwaan dengan delik berbeda, yaitu kepemilikan ilegal senjata api serta senjata tajam dan amunisi. Jaksa menjadikan kepemilikan senjata api sebagai dakwaan primer dan kepemilikan senjata tajam sebagai dakwaan subsider. "Terdakwa tanpa hak, menguasai, membawa, menyimpan, menyembunyikan senjata api dan amunisi," ujar Hadiman.

Jaksa ganteng itu juga menyebut ada  dua pucuk senjata api merek Glock kaliber 9 milimeter dan sepucuk senjata api merek Walter kaliber 22 milimeter yang dimiliki Gatot. Tak hanya itu,  Aa Gatot  juga dipersalahkan menyimpan ribuan amunisi untuk senjatanya.

"Perbuatan terdakwa Gatot Brajamusti alias Aa Gatot Brajamus? bin Dudung Sarkulibrata melanggar Pasal 1 ayat 1 UU Nomor 12 atau Darurat Tahun 1951," jelas Hadiman. Sedangkan dakwaan subsider atas kepemilikan sangkur .

 "Perbuatan terdakwa Gatot Brajamusti  alias Aa Gatot Brajamusti bin Dudung Sarkulibrata diancam dengan pidana berdasarkan Pasal 2 ayat 1 UU Nomor 12 atau Darurat Tahun 1951," tuturnya.

Gatot diringkus di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Agustus 2016, terkait penggunaan narkoba. Dari penangkapan itu, polisi lalu menggeledah kediaman Gatot di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Polisi menemukan satwa liar yang dilindungi dalam keadaan hidup dan mati serta senjata api ilegal beserta peluru dan narkoba.  Dalam kasus narkoba, Gatot sudah diputus bersalah dan dihukum pidana penjara selama 8 tahun.

Menanggapi dakwaan jaksa itu, Gatot Brajamusti alias Aa Gatot menyebut bahwa elang brontok yang dipeliharanya datang sendiri ke rumahnya. Gatot menyebut saat itu, elang itu masih kecil. "Tahun 2010, didapatkan satu  ekor burung elang yang masih hidup, dalam keadaan masih kecil dengan kaki terikat rantai terputus, datang sendiri, masuk ke dalam rumah," demikian terdakwa. Elang itu pun dipelihara Gatot hingga bermasalah dengan kepemilikan satwa dilindungi.

“Elang brontok kan  termasuk satwa yang dilindungi dan telah diatur dalam PP Nomor 7 Tahun 1999. Larangan kepemilikannya, tanpa izin instansi yang berwenang, pun telah diatur," ujar Hadiman. Sedangkan harimau mati yang diawetkan dan dipajang di rumah Gatot Brajamusti alias Aa Gatot adalah hadiah ulang tahun dari Ustaz Guntur Bumi ketika Aa Gatot berulang tahun pada 2011.

"Terdakwa menyebut  bahwa satu ekor harimau yang telah mati dan diawetkan diperoleh dari saksi Ustaz Guntur Bumi sebagai hadiah ulang tahun terdakwa pada bulan September 2011," ungkap jaksa Hadiman. Namun Hadiman menyebut pula bahwa Ustaz  Guntur Bumi telah membantah hal itu ketika diperiksa dalam proses penyidikan. Ustaz Guntur Bumi disebut jaksa baru mengenal Aa Gatot pada akhir 2013. Terkait hal ini Gatot telah melanggar lagi  Pasal 21 ayat 2 huruf b jo Pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA Hayati dan Ekosistem.***

Wilmar Pasaribu
Editor :