logo

Kasus Ibu Mariana Sudah Selesai di Mahkamah Agung

Kasus Ibu Mariana Sudah Selesai di Mahkamah Agung

Wikipedia
Allianz menilai kasus Ibu Mariana pemilik Toko Sony Vaio Pekanbaru, Riau, sudah selesai di Mahkamah Agung sejak tahun 2015.

JAKARTA (Suara Karya): PT Asuransi Allianz Utama melalui Head of Corporate Communications, Adrian DW, menegaskan bahwa kasus Ibu Mariana pemilik Toko Sony Vaio Pekanbaru, Riau, sudah selesai di Mahkamah Agung sejak tahun 2015.

Seperti diketahui, Ibu Mariana melaporkan PT Asuransi Allianz Utama ke Mabes Polri, Selasa (10/10), karena merasa klaim asuransi tidak diproses. Klaim tersebut berhubungan dengan Toko Sony Vaio milik Mariana yang dibobol maling pada tanggal 30 November 2010, 18 April 2011 dan 23 April 2011.

“Allianz Utama telah mengetahui perihal laporan terkait penolakan klaim dari Ibu Mariana. Dalam hal ini, kami sangat menghormati hak nasabah untuk mengajukan banding atas keputusan klaim yang telah kami berikan. Maka dari itu, kami telah mengambil dan menaati prosedur hukum yang diperlukan sesuai dengan yang berlaku di Indonesia,” kata Adrian, saat dihubungi, di Jakarta, Rabu (11/10)

Adrian menyayangkan, kenapa masalah ini kembali mencuat. Padahal, Allianz Utama telah menerima putusan yang berketetapan hukum dari Mahkamah Agung yang telah menolak dan membatalkan keputusan dari BPSK yang menginstruksikan Allianz Utama untuk membayar seluruh jumlah klaim beserta bunga atas keterlambatannya, seperti yang dituntut oleh nasabah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Selasa (10/10), Mariana melaporkan Direktur PT Asuransi Allianz Utama Wiyono Kurniawan Sutioso, Chief Sales Officer PT Asuransi Allianz Utama Indonesia Inkes Lukman dan Head of Claims Management PT Asuransi Allianz Utama Indonesia Maria Agnes ke Bareskrim Polri.

Laporan Mariana telah diterima dengan nomor LP/1027/X/2017/Bareskrim, tanggal 9 Oktober 2017. Ketiganya dilaporkan atas perkara dugaan tindak pidana penjualan produk tidak sesuai dengan keterangan atau etiket sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 (f), 18 (g) Jo 62 dan 63 (f) Undang-undang No. 08 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Menurut kuasa hukumnya, Alvin, laporan pidana ini menegaskan bahwa ada sistem dan prosedur yang salah dalam penanganan klaim Allianz baik Allianz Life maupun Allianz Utama.

"Karena korban kecurian 3 kali, Allianz lagi-lagi menganggap klaim tidak wajar dan mencurigai korban mengambil keuntungan. Padahal pencuri juga sudah tertangkap dan mengaku selain toko korban mereka membobol 12 toko lainnya. Sudah jatuh ketimpa tangga, lalu digilas mobil oleh Allianz. Itulah kekecewaan yang dirasakan oleh korban," tutur Alvin. ***

Laksito Adi Darmono
Wartawan Suara Karya. Email: dlaksitoadi@yahoo.com.
Editor :