logo

TNI Merangsang Pembuatan Kebun Bergizi

TNI Merangsang Pembuatan  Kebun  Bergizi

TNI telah siap dan sudah melaksanakan berbagai kegiatan untuk membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan melalui upaya membangun keluarga sejahtera yang mandiri dan lestari.

Oleh: Haryono Suyono

Peringatan Hari TNI 2017 telah berlangsung dengan sangat meriah dan meninggalkan kesan yang sangat mendalam. Dalam acara yang digelar di Cilegon dengan tema yang sangat mengena “Bersama Rakyat TNI Kuat” digambarkan banyak kemajuan yang telah diraih oleh TNI yang sangat kita cintai. Salah satu yang menimbulkan kesan sangat mendalam adalah potongan kisah Panglima Jendral Sudirman yang ditanya oleh anak buahnya apa yang menjadi “jimat” Panglima Jendral Sudirman yang tersohor itu. Dalam potongan yang menarik digambarkan Jendral Sudirman mengaku memiliki “tiga jimat” yang ampuh, yaitu pertama, tidak pernah lepas dari bersuci, selalu dalam keadaan berwudhu, kedua, sholat tepat waktu dan ketiga, semua yang dilakukannya dikerjakan tulus dan ikhlas, bukan untuk diri sendiri, bukan untuk keluarga, bukan untuk partai, bukan untuk institusi tetapi untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia.

Karena sejarah panjang seperti itu TNI selalu mengembangkan “up dating” apa yang perlu dilakukan untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. Dalam tulisan terdahulu, sewaktu bangsa Indonesia ditakutkan bakal terkena gelombang ledakan penduduk di tahun 1960-an, TNI ABRI pada waktu itu bersatu dengan kekuatan bangsa dan rakyat Indonesia ikut terjun dalam gerakan KB sampai berhasil di akhir tahun 1989 dengan diserahkannya penghargaan PBB berupa tanda kehormatan UN Population Awards oleh Sekjen PBB secara langsung di Markas PBB di New York kepada Presiden RI, Bapak HM Soeharto. Setelah ikut serta membantu suksesnya program KB yang luar biasa tersebut, dewasa ini TNI telah siap dan sudah melaksanakan berbagai kegiatan untuk membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan melalui upaya membangun keluarga sejahtera yang mandiri dan lestari.

Berbeda dengan bantuannya untuk program dan gerakan KB yang sifatnya terpadu dengan program yang ada, pada upaya pengentasan kemiskinan ini TNI memilih puluhan titik paling lemah dari desa-desa yang dianggap keluarga dan penduduknya paling menderita. Pada titik-titik paling lemah ini TNI menerjunkan suatu paket pasukan dan program TMMD yang artinya TNI Manunggal Membangun Desa. TNI bersama pasukannya yang siap bekerja keras mendatangi desa yang dipilih, mengadakan penelitian kebutuhan desa tersebut dalam hal infrastruktur dan kebutuhan utama rakyatnya agar keluarga dan rakyat dari desa itu terbebas bisa bergerak lebih lincah dalam kehidupan sehari-hari dengan infrastruktur yang memadai.

Setelah diketahui melalui survei lapangan yang teliti kebutuhan desa sasaran, maka TNI mengadakan kerja sama dengan berbagai Kementerian dan Lembaga, termasuk perusahaan yang baik, mengumpulkan bantuan dan bahan-bahan yang diperlukan untuk membangun infrastruktur yang diperlukan. Setelah semuanya terkumpul dengan baik, maka pasukan dikerahkan bukan dengan senapan, tetapi dengan traktor dan alat berat lainnya untuk membangun dan menyelesaikan target pembangunan infrastruktur yang diperlukan seperti jembatan, jalan, sekolah, tempat ibadah atau keperluan infrastruktur lain.

Di samping itu dipikirkan juga kehidupan sehari-hari rakyatnya,  agar bisa hidup sehat dan sejahtera. Sehingga,  setelah keperluan anak-anaknya untuk sekolah dan anak yang lebih dewasa untuk bisa dengan mudah mencapai daerah-daerah untuk bekerja, maka sekitar halaman rumahnya yang ada tanah kosong dirombak menjadi tanah yang siap untuk menanam tanaman yang sangat berguna untuk hidup sehari-hari rakyatnya. Tanaman yang disasar pertama adalah yang segera menghasilkan sehingga rakyat bisa secara langsung memetik hasilnya sehari-hari untuk menyambung kehidupannya. Tanaman itu umumnya adalah tanaman sayur yang menjadikan tanah kosong dan halaman rumah berubah menjadi Kebun Bergizi seperti banyak di lakukan di desa lain dalam kegiatan pemberdayaan keluarga melalui Posdaya. Lebih dari gerakan TMMD yang memberikan terobosan pembangunan desa yang sangat tertinggal tetapi jumlahnya terbatas, pemerintah melanjutkan dengan upaya memberikan dukungan dana yang makin membesar melalui Kementerian Desa, Pembangunan Desa dan Transmigrasi dengan dana desa dan program pembangunan masyarakat desa yang gegap gempita.

Sementara pemerintah mengembangkan pendekatan yang pas untuk pembangunan desa itu, TNI menugasi Babinsa yang ada di semua desa dengan tugas-tugas pembangunan bersama rakyat. Jajaran Babinsa dilatih untuk berkebun sehingga di setiap desa jajaran Babinsa yang akrab dengan masyarakat desa di banyak daerah mengajak dan belajar bersama rakyat untuk membangun Kebun Bergizi. Upaya membangun Kebun Bergizi ini senada dengan gerakan pembangunan keluarga di desa melalui Posdaya yang diusung oleh banyak Perguruan Tinggi melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posdaya.

Karena itu akhir-akhir ini antara TNI dan perguruan tinggi makin diupayakan keterpaduan bersama para mahasiswa yang mengadakan kegiatan KKN ke desa sehingga tidak terjadi persaingan antara kekuatan pembangunan, tetapi justru sinergi yang dilandasi kepercayaan atas Pancasila yang mengedepankan persatuan dan kesatuan. Gotong royong sinergi itu memperkuat pencapaian tujuan bersama Indonesia yang jaya dengan rakyat yang bisa menikmati rasa dan kehidupan yang adil, makmur dan merata.

Lebih dari itu, para pensiunan yang jumlahnya telah mencapai lebih dari lima juta dan umumnya tinggal atau kembali membaur bersama rakyat desa, dewasa ini juga siap untuk melakukan kerja sama sinergi bersama kekuatan yang tujuannya melakukan pemberdayaan yang berkelanjutan di desa. Kekuatan sinergi inilah yang kalau di garap dengan baik oleh Menteri yang secara khusus ditugasi melakukan upaya pemberdayaan keluarga dan penduduk desa, serta melengkapi kekurangan infrastruktur yang ada di desa, desa dengan segala kekuatan manusia, kekerabatan keluarga yang kental, tanah sawah dan tegalan yang melimpah, bisa menjadi pusat produksi bahan pangan dan segala keperluan hidup rakyat yang melimpah ruah di Tanah Air. Apabila upaya itu disertai dengan pemeliharaan lingkungan dan kekayaan alam semesta yang melimpah di desa, di pantai dan di gunung-gunung, maka Indonesia yang kaya raya akan secara lestari dapat menjadi surga yang nikmat untuk rakyatnya dan dapat menyumbang untuk kesejahteraan umat manusia di dunia yang luas dan damai.

Prof Dr Haryono Suyono, mantan Menko Kesra dan Taskin RI

Budi Seno P Santo
Wartawan Suara Karya sejak tahun 2005. Pernah meraih penghargaan jurnalistik M Husni Thamrin Award tahun 2008
Editor : Gungde Ariwangsa SH