logo

Nonton Bareng Film G30S/PKI Berhadiah Sepeda

Nonton Bareng Film G30S/PKI Berhadiah Sepeda

Suasana nobar film G30S/PKI di RW 06, Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (29/9) malam. (foto: skid/laksito)
Ratusan warga RW 06 Kelurahan Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, tak menghiraukan guyuran hujan, saat nobar film G30S/PKI, Jumat malam. Mereka tetap antusias walau harus menyaksikan sambil kedinginan.

JAKARTA (Suara Karya): Warga RW 06, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (29/9) malam, nonton bareng (nobar) film Pengkhianatan Gerakan 30 September (G30S) PKI.

Ratusan warga dari 6 RT penghuni kompleks perumahan Kodam Jaya di kawasan Gedong itu, tampak antusias kendati di tengah guyuran hujan. Panitia penyelenggara menyediakan 6 sepeda bagi mereka yang dapat menjawab pertanyaan seputar film G30S/PKI.

"Ini bukan sekadar ikut-ikutan. Apa kata Panglima, bagi kami TNI adalah segala-galanya," ujar Gunawan, Ketua RW 06, Gedong, yang juga ketua penyelenggara nobar film G30S/PKI, Jumat (29/9) malam, di tengah rintik hujan.

Warga tak menyadari pada saat bersamaan Presiden Joko Widodo juga nobar film G30S/PKI namun bersama warga Bogor di Lapangan Markas Korem 061/Suryakencana, Bogor, Jawa Barat.

Ihwal hadiah sepeda, Gunawan mengungkapkan munculnya ide justru datang dari Karang Taruna di kompleks perumahan Kodam Jaya.

"Hadiah itu murni ide mereka. Jadi dari mereka untuk mereka. Pemenangnya adalah mereka yang dapat menjawab perranyaan sekitar film ini (G30S/PKI). Ada 6 sepeda mading-masing 2 untuk tingkat SD, SMP, dan SMA," ujar dia.

Gunawan menampik anggapan nobar film di lingkungan RW-nya sebagai kelatahan lantaran bamyak kalangan mrlakukannya.

"Presiden sudah ngizinin, Panglima juga sudah menyampaikan. Apa salahnya kita di kompleks ikut serta. Apalagi sudah lama remaja-remaja, anak-anak kita, kan tidak mengerti sejarah kebenaran pemberontakan PKI ini," kata dia.

Melalui nobar film G30S/PKI ini, Gunawan berharap generasi muda di lingkungan kompleks perumahan Kodam Jaya di Keluraham Gedong dapat melihat dan menilai tentang fakta kebenaran sejarah, sehingga ke depan tidak lagi muncul pemberontakan.

"Siapa lagi yang harus memberi pembekalan kepada mereka ini? Sebentar lagi kita-kita akan lengser dan mereka lah yang akan menggantikan kita.," pungkas pria bertubuh gempal itu. ***

Laksito Adi Darmono
Wartawan Suara Karya. Email: dlaksitoadi@yahoo.com.
Editor : Laksito Adi Darmono