logo

Pendiri Majalah Playboy Meninggal di Usia 91 Tahun

Pendiri Majalah Playboy Meninggal di Usia 91 Tahun

Hugh Hefner dan Crystal Harris (Reuters/Antara)
Jauh sebelum Internet menampilkan ketelanjangan di mana-mana, Hefner menghadapi tuduhan cabul pada 1963 karena menerbitkan dan mengedarkan foto-foto selebritis namun dia dibebaskan.

JAKARTA (Suara Karya); Pendiri Playboy, Hugh Hefner, yang membantu mengantar revolusi seksual pada 1960an dengan majalah pria inovatif dan membangun kerajaan bisnis dengan gaya hidupnya yang jangak, meninggal dunia pada Rabu (27/9) waktu Amerika Serikat di usia 91, kata Playboy Enterprises.

Hefner, yang pernah disebut sebagai "nabi hedonisme pop" oleh majalah Time, meninggal di rumahnya, menurut Playboy Enterprises dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari Reuters dan dikutip Antara, Kamis (28/9).

Hefner terkadang dicirikan sebagai Peter Pan karena banyak menyimpan wanita muda berambut pirang yang berjumlah tujuh orang di Mansion Playboy legendarisnya.

Kisahnya dicatat dalam "The Girls Next Door," sebuah reality show TV yang ditayangkan mulai tahun 2005 sampai 2010. Dia mengatakan bahwa berkat obat penghambat impotensi Viagra, dia terus menumbuhkan libido di usia 80-an.

"Saya tidak pernah tua. Tetap muda adalah apa adanya bagi saya. Saya memutuskan bahwa usia benar-benar tidak masalah dan selama para wanita ... merasakan hal yang sama, tidak masalah dengan saya," kata Hefner dalam sebuah wawancara CNN saat berusia 82 tahun. 

Hefner kembali menikah pada tahun 2012 pada usia 86 ketika meminang Crystal Harris, yang berusia 60 tahun lebih muda, sebagai istri ketiganya.

Jauh sebelum Internet menampilkan ketelanjangan di mana-mana, Hefner menghadapi tuduhan cabul pada 1963 karena menerbitkan dan mengedarkan foto-foto selebritis namun dia dibebaskan.

Hefner menciptakan Playboy sebagai majalah pria mengkilap pertama yang penuh gaya, dan selain model-model seksi, majalah itu memiliki daya tarik intelektual berkat penulis papan atas seperti Kurt Vonnegut, Joyce Carol Oates, Vladimir Nabokov, James Baldwin dan Alex Haley, bagia para pria yang membeli majalah itu tidak hanya untuk gambarnya.

Hefner terbukti jenius dari segi branding. Siluet kelinci majalah itu menjadi salah satu logo paling terkenal di dunia dan pelayan "kelinci" di klub malam Playboy-nya langsung dikenali dengan seragam jas renang berpotongan rendah dengan dasi kupu-kupu, ekor katun membulat dan telinga kelinci. ***

Dwi Putro Agus Asianto -
Karir di Harian Umum Suara Karya sejak 1992. Email:dwiputro2014@gmail.com
Editor : Dwi Putro Agus Asianto -