logo

Menko PMK Bahas Kerja Sama Bidang Kesehatan dengan Jepang

Menko PMK Bahas Kerja Sama Bidang Kesehatan dengan Jepang

Dok. Kemenko PMK
Jepang diperkirakan membutuhkan banyak tenaga perawat dan perawat untuk lansia (caregiver) dari berbagai negara pada masa mendatang.
27 September 2017 16:43 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah Indonesia meningkatkan kerja sama dengan Jepang di bidang kesehatan dengan melihat kebutuhan. Salah satunya dengan mendorong jumlah tenaga perawat terampil yang akan ditempatkan di Jepang.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, saat bertemu dengan Nishimura Yasutoshi, Deputy Chairman Policy Research Council LD, serta Wakil Menteri Luar Negeri Jepang  Fumio Kishida di Tokyo, Senin (25/9).

Jepang diperkirakan membutuhkan banyak tenaga perawat dan perawat untuk lansia (caregiver) dari berbagai negara pada masa mendatang.

Secara umum pertemuan ini juga membicarakan hubungan baik Indonesia-Jepang yang telah berlangsung 60 tahun dan komitmen ke depan untuk menjalin kerja sama yang semakin baik.

Pada kesempatan tersebut Menko Puan  menyampaikan peluang kerja sama Indonesia dan Jepang dalam bidang pembangunan manusia dan kebudayaan khususnya terkait pendidikan dan kesehatan. "Termasuk di dalamnya, situasi Jepang yang saat ini semakin membutuhkan banyak caregiver dan adanya potensi penyediaan tenaga tersebut dari Indonesia," ujar Puan melalui tilis kementerian, Selasa (26/9).

Menko Puan juga menyampaikan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Dukungan Jepang untuk Asian Games 2018 memiliki peran strategis karena Ketua OCA Coordination Committee, Tsunekazu Takeda berasal dari Jepang.

Selain itu Menko Puan dan Nishimura Yasutoshi, juga membahas mengenai situasi Korea Utara yang diharapkan ke depan ini dapat semakin kondusif untuk menciptakan keamanan dan stabilitas dunia. ***