logo

Kepulauan Seribu dan Kota Tua Destinasi Wisata Unggulan DKI

Kepulauan Seribu dan Kota Tua Destinasi Wisata Unggulan DKI

Wisatawan foto bersama di Pulau Onrust. (Istimewa)
Di Onrust dulu ada 35 barak haji masing masing menampung 100 jamaah haji. Baraknya sudah hancur tinggal pondasinya saja. Untuk memvisualkan barak haji maka di destinasi wisata sekarang ini akan direkonstuksi satu barak haji.

JAKARTA (Suara Karya): Kepulauan Seribu dan Kota Tua Jakarta oleh Kementerian Pariwisata telah menjadi prioritas dari 10 destinasi wisata unggulan dalam menyongsong even internasional Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Karena itu semua pihak diharapkan partisipasinya menyukseskan program tersebut. Terutama untuk menggoalkan usulan ke  UNESCO agar Kota Tua Jakarta dinyatakan sebagai World Heritage sebagaimana Candi Borobudur.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud)  DKI Jakarta DR Tinia  Budiati mengungkapkan hal itu di Pulau Bidadari usai Rapim Disparbud DKI di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, Sabtu (16/9). Rapat  pimpinan diikuti 30 orang, 23 di antaranya pejabat eselon 3 Disparbud DKI, antaralain Kasudin Parbud Kepulauan Seribu Cucu Achmad Kurnia, Kepala Museum Kebaharian Husnison Nizar yang mencakup Taman Arkeologi Onrust dan Kepala Pusat Konservasi Disparbud DKI , Dra Nellyta Rukhy.

"Sekarang Kota Tua sedang bebenah diharapkan Oktober mendatang selesai," kata Tinia Budiati yang dibenarkan Kepala UPK  Kota Tua Norviadi SH dan Kepala Museum Sejarah Jakarta Atiek Kusumawati.

Rapat pimpinan di Pulau Onrust ini menurut Tinia untuk belajar di lapangan destinasi wisata maupun.situs sejarah serta melatih saling berbagi dan membantu memecahkan masalah yang dihadapi.

"Sekarang di Onrust, waktu Lebaran Betawi kita kumpul di PBB Setu Babakan. Nanti kita di tempat lain saling mengakrabkan silaturahmi agar diridhoi Allah," ujarnya.

Mengenai Pulau Onrust dan sekitarnya Tinia mengingatkan sebagai katantina haji zaman  penjajahan Belanda 1911 --1933 setelah Idul Adha seperti sekarang ini seratusan tahun lalu pasti sibuk kedatangan jemaah haji. 

"Ini patut diketahui bagi umat Islam, betapa perjuangan berhaji zaman itu. Setelah lebih 3 bulan perjalanan haji PP lewat laut harus dikarantina di Onrust ini minmal 5 hari sebelum pulang ke kampung halamannya masing masing.

Di Onrust dulu ada 35 barak haji masing masing menampung 100 jamaah haji. Baraknya sudah hancur tinggal pondasinya saja. Untuk memvisualkan barak haji maka di destinasi wisata sekarang ini akan direkonstuksi satu barak haji. Di sini bahaya rayap, jadi harus dipilih kayu yang bagus dan antirayap.

Husnison Nizar yang bertanggungjawab perkembangan Onrust menyambut tekad Kadisparbud. Sebab sudah pernah diusulkan namun tidak muncul di RAPBD. "Nanti diajukan lagi di ABT 2018," tandas Tinia.

Menanggapi masalah ini para haji mendukung rencana Kadisparbud tersebut. Mereka adalah H Chairudin Hasan dari komunitas Betawi, H Rusli Hamid dari Pondok Gede Bekasi dan H Abu Galih sebagai pengamat budaya dan pariwisata.

"Kan hanya satu barak sudah cukup. Saya mendukung itu," ujarnya. Dia pernah ke Onrust dan melihat sendiri sisa bangunan karantina haji yang masih bagus, antara lain rumah dokter, tempat wudhu dan cuci pakaian serta dapur umum. 

Sementara Rusli Hamid mengusulkan sekaligus dibuat diorama kegiatan di Onrust berkaitan perlakuan penjajah terhadap jemaah haji yang dicurigai membawa penyakit menular maupun faham berbahaya bagi penjajah Belanda. 

Rombongan Disparbud setelah rapat dan menginap di Pulau Onrust sejak Jumat (15/9) petang, Sabtu (16/9) siang mengunjungi Pulau Cipir (Kahyangan) terus keutara ke Pulau Kelor yang ada Benteng Martello, terakhir ke Pulau Bidadari yang terdapat cottages apung maupun di darat yang tetap melestarikan hewan langka biawak dan rusa totol atau hewan lain yang berkembang biak cukup baik di Pulau Bidadari. ***

Dwi Putro Agus Asianto -
Karir di Harian Umum Suara Karya sejak 1992. Email:dwiputro2014@gmail.com
Editor :