logo

Manfaatkan e-Smart, Pendapatan IKM Naik 80 Persen

Manfaatkan e-Smart, Pendapatan IKM Naik 80 Persen

Dirjen IKM Gati Wibawaningsih. (Foto: skid/laksito))
Pemanfaatan teknologi digital dapat memberikan keuntungan signifikan bagi para pelaku IKM, di antaranya kenaikan pendapatan hingga 80 persen dan 17 kali lipat menjadi lebih inovatif.

JAKARTA (Suara Karya): Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, mengimbau para pelaku IKM di Sukoharjo, Jawa Tengah, untuk menjaga kualitas produk mereka ketika merambah di pasar digital.

"Beli barang online bagus di mata, tapi, kualitas tidak terlihat. Kalau sudah menjadi pemain di e-commerce, harus menjaga kepercayaan pasar. Berikan kualitas yang terbaik ke pasar," kata Gati, saat menghadiri pelatihan E-Smart IKM di Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (23/9), seperti dirilis kementerian.

Menurut Gati, masih banyak produk asing yang beredar di pasar digital Tanah Air, terutama dari China yang sulit disaingi bila dilihat dari segi harga.

"Kemenperin mempersiapkan IKM agar tidak ketinggalan zaman dan pasar tidak diambil produk impor," kata dia.

Gati mengingatkan karakteristik berbelanja di pasar online berbeda dibandingkan dengan membeli langsung ke toko, karena pembeli tidak dapat langsung menilai kualitas barang.

Menurut dia, salah satu cara menjaga kepercayaan konsumen adalah kesesuaian produk yang dikirim dengan apa yang dipesan melalui gambar beserta deskripsi barang.

Sementara itu, Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kemenperin Ratna Utarianingrum, mengungkapkan, kegiatan workshop yang terlaksana pada tanggal 12-13 September 2017 ini bertujuan untuk menyosialisasikan program e-Smart IKM serta berbagai kebijakan dan fasilitasi Kemenperin yang selama ini dilakukan dalam memacu produktivitas dan daya saig IKM di seluruh Tanah Air.

“Sasaran utama kami adalah meningkatkan kemampuan para pelaku IKM lokal dalam berbisnis melalui sarana e-Commerce,” tuturnya.

Ratna mengungkapkan, berdasarkan penelitian Deloitte Access Economics, bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat memberikan keuntungan signifikan bagi para pelaku IKM, di antaranya kenaikan pendapatan hingga 80 persen dan 17 kali lipat menjadi lebih inovatif.

Peserta workshop e-Smart IKM ini melubatkan 50 IKM di sekitar Sukoarjo, antara lain penghasil produk jamu, kosmetik, gitar, lurik, sarung goyor dan tatah sungging. Mereka semuanya berasal dari Kabupaten Sukoharjo.

Selain berguna untuk meningkatkan akses pemasaran IKM melalui media online, data dari program e-Smart IKM dapat menjadi bahan analisis pembuat kebijakan pembinaan IKM. ***

Laksito Adi Darmono
Wartawan Suara Karya. Email: dlaksitoadi@yahoo.com.
Editor :