logo

Kota Solo Gelar Festival Ragam Pasar Tradisional

Kota Solo Gelar Festival Ragam Pasar Tradisional

Pasar Gede Solo, salah satu ikon wisata di Kota Solo
Keberadaan pasar tradisional bisa menjadi daya tarik wisata karena memiliki keunikan.

SOLO (Suara Karya): Kota Solo, Jawa Tengah, mengenalkan pasar tradisional sebagai salah satu destinasi wisata melalui Festival Ragam Pasar Tradisional. Festival yang akan digelar mulai Kamis (21/9) hingga Minggu (24/9) di Benteng Vastenburg tersebut juga sebagai promosi pasar tradisional.

Menurut Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Solo, Daryono, kepada wartawan di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (13/9), keberadaan pasar tradisional bisa menjadi daya tarik wisata karena memiliki keunikan.

"Pasar tradisional bisa menjadi destinasi wisata tapi harus ada standarnya. Pasar tradisional harus mempertahankan keunikannya dimana disana ada proses tawar menawar," jelasnya.

Selain juga bangunan pasar yang memiliki sejarah, serta konten atau barang yang diperdagangkan. Keunikan dan orisinal barang yang dijual di pasar tradisional tersebut yang menarik wisatawan.

"Kota Solo memiliki Pasar Gede yang sudah menjadi ikon Kota Solo, memiliki karakteristik pada kuliner, Pasar Klewer dengan karakteristik barang yang dijual adalah sandang," jelasnya lagi.

Lebih lanjut, Daryono mengatakan Kota Solo memiliki potensi wisata yang bisa dikembangkan melalui perpaduan antara flower, fashion, dan food. Yakni melalui Pasar Kembang yang memiliki karakteristik bunga sebagai barang dagangan, selain itu Pasar Klewer yang memiliki karakteristik fashion dan Pasar Gede dengan karakteristik makanan sebagai barang yang dijual.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Subagyo, pada kesempatan yang sama mengatakan tema yang diangkat dalam festival tersebut adalah Kumandange Pasar Tradisional. Sebanyak 44 pasar tradisional di Kota Solp turut memeriahkan festival tersebut.

"Pasar tradisional menampilkan keunikan yang bisa menjadi branding dari pasar tersebut. Ada 140 stan pasar tradisional dalam festival tersebut," katanya.

Selain sebagai ajang promosi wisata, Festival Ragam Pasar Tradisional juga sebagai upaya menghilangkan image negatif pasar tradisional. Juga sebagai sarana untuk mengenalkan kembali pasar tradisional.***

Endang Kusumastuti
Editor : Dwi Putro Agus Asianto -