logo

Indonesia Ingin Cetak Rekor Peserta Terbanyak di Kejuaraan Dunia Junior

Indonesia Ingin Cetak Rekor Peserta Terbanyak di Kejuaraan Dunia Junior

Foto bersama panitia, sponsor, dan pelain usai pertemuan wartawan di Jakarta, Rabu (13/9).
Selain menggelar Kejuaraan Dunia Junior, panitia juga mengadakan Training Camp dan coaching Clinic bagi sebagian peserta yang belum maju bulutangkisnya.
13 September 2017 18:31 WIB
Penulis : Markon Piliang

JAKARTA (Suara Karya): Tuan rumah Indonesia mengusung target khusus sebagai negara dengan peserta terbanyak yang ikut ambil bagian pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2017. Paling tidak, negara peserta yang ikut melebihi dari angka 60.

“Intinya kita ingin mencetak sejarah. Tujuannya bukan itu saja, tetapi untuk menunjukkan kepada dunia bahwa bulutangkis layak dipertandingkan di Olimpiade. Semakin banyak negara yang berpartisipasi dalam kejuaraan dunia junior, maka akan semakin baik untuk meyakinlan IOC bahwa bulutangkis tetap dipertandingkan di Olimpiade,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championship 2017 Achmad Budiharto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/9).

Kejuaraan Dunia Junior 2017 ini sendiri akan berlangsung di GOR Among Rogo, Yogyakarta 9 – 12 Oktober 2017. Dipilihnya Yogyakarta sebagai tempat penyelenggara, tak lain karena akan ada training camp bagi peserta dari negara-negara yang belum maju olahraga bulutangkisnya.

“Selain memiliki sarana pertandingan yang memadai dan pernah menyelenggarakan turnamen bulutangkis berskala internasional, Yogyakarta juga memenuhi persyaratan edukasi bagi para peserta. Sebagaimana kita ketahui, Yogyakarta memiliki kekayaan budaya yang sudah sangat terkenal di mancanegara. Ini pula yang menjadi alasan penunjukan Indonesia sebagai penyelenggara setelah 25 tahun berlalu,” lanjut Achmad Budiharto yang juga Sekjen PP PBSI ini.

Dikatakan, untuk menarik minat peserta lebih banyak lagi, panitia akan menggelar training Camp (TC) untuk negara-negara yang baru berlembang bulutangkisnya pada 23 September hingga 5 Oktober di Magelang. Selain itu, juga akan ada coaching Clinic bagi peserta di Candi Prambanan.

Menurut Achmad Budiharto, negara-negara yang akan mengikuti TC tersebut sebagian biayanya ditanggung oleh panitia. Terutama negara-negara yang baru pertamakali mengikuti Kejuaraan Dunia Junior, seperti Lebanon, Bruney Darussalam, Timor Leste, dan Saudi Arabia.

“Nanti akan ada mini turnamen sebelum mereka mengikuti kejuaraan Dunia Junior yang sebenarnya. Hal ini bermaksud untuk memberi kesempatan kepada pemain-pemain dari negara baru bulutangkis itu untuk tampil sebanyak mungkin,” ucap Budiharto menambahkan.

Sebagai tuan rumah, Indonesia hanya menargetkan masuk final di nomot tunggal putra. Sementara di tunggal putri diharapkan masuk semifinal. Tahun 2016 pada kejuaraan yang sama di Bilbao, Spanyol, Indonesia menempatkan seorang wakilnya di final lewat Chico Aura Dwi Wardoyo. Di final Chico dikalahkan pemain China Sun Fengxiang dengan 19 – 21 dan 12 – 21.

Kejuaraan Dunia Junior ini dibagi dalam dua kategori, yakni di nomor beregu dan nomor perorangan. Pada nomor beregu dengan format pertandingan Piala Sudirman, Indonesia menempati urutan 5 di Bilbao.