logo

PLN Bantu Dorong Investasi di Pulau Madura

PLN Bantu Dorong Investasi di Pulau Madura

Foto : Istimewa
Proyek itu merupakan salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik, selain rencana membangun pembangkit sendiri di Pulau Madura.

SURABAYA (Suara Karya): Perusahaan Listrik Negara (PLN) membangun Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) atau kabel listrik bawah tanah 150 kilo Volt (kV) untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan listrik di Pulau Madura. Infrastruktur baru itu juga dibangun untuk menjaga kehandalan listrik di pulau garam tersebut.

Menurut Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jawa Timur, Pinto Raharjo, kebutuhan listrik di Madura saat ini sebesar 140 MW. "Kebutuhan itu dipasok oleh fasilitas kabel bawah tanah sirkit 1 & 2 yang memiliki kemampuan sebesar 200 MW," ujarnya di Surabaya, Rabu (13/9).

Untuk mengantisipasi pertumbuhan beban dan menjaga kehandalan sistem itulah, PLN membangun sirkit 3 & 4. Proyek itu merupakan salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik, selain rencana membangun pembangkit sendiri di Pulau Madura.

Terkait dengan gagasan tersebut, kata Pinto, telah dilakukan groundbreaking (pertanda dimulainya pekerjaan) SKTT itu di Desa Sukolilo Barat Kecamatan Labang Bangkalan. Proyek ini ditargetkan selesai pada Juni 2018 agar bisa segera memenuhi kebutuhan listrik Pulau Madura yang saat rasio elektrifikasinya masih rendah atau hanya 66 persen dibandingkan rata-rata nasional yang sudah mencapai 91 persen.

Pihaknya berharap, ketersediaan listrik itu bisa merangsang minat para investor untuk segera menanamkan modalnya di pulau yang sudah terhubung dengan Jembatan Suramadu tersebut. "Saat ini jumlah pelanggan PLN di Pulau Madura mencapai 34.259 orang yang ditergetkan akan bertambah menjadi 46.043 pelanggan pada akhir tahun," ujarnya.

Selain proyek kabel bawah tanah, pada kesempatan yang sama juga diresmikan beroperasinya Gardu Induk (GI) yang tersebar di Jawa Timur yakni GI Altaprima , GI Bambe, GIS Gunungsari, GI Jatigedong, GI Kraksaan, GI Gilitimur, GI Karangpilang). Proyek kabel bawah tanah dan Gardu Induk tersebar di Jatim itu merupakan bagian dari program 35.000 Megawatt yang sudah dicanangkan pemerintah pusat.

Pada bagian lain, Wagub Jatim Saifullah Yusuf mengakui, ketersediaan listrik menjadi bahan pertimbangan masuknya investor ke wilayah Jatim. "Sekarang sudah ada SKTT, maka saya kira investor akan bisa lebih mudah berinvestasi di Madura," ujarnya.

Selama ini investasi di Madura hanya terbatas pada dua sektor, yakni telekomunikasi dan logistik. Namun, sektor investasi sudah mulai berkembang dengan merambah pariwisata dan kerajinan batik.***

Andira
email: andirask@gmail.com
Editor : Laksito Adi Darmono