logo

Kemensos Apresiasi ACT Bantu Muslim Rohingya

Kemensos Apresiasi ACT Bantu Muslim Rohingya

Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan mengkanalisasi dan menjadi penampung sekaligus penyalur bantuan kemanusiaan dari berbagai elemen masyarakat di Indonesia.

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Sosial (Kemensos) mengapresiasi langkah relawan kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang telah menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi etnis muslim Rohingya di Myanmar. Layanan kemanusiaan yang sudah berjalan enam tahun itu, dinilai sangat bermakna bagi masyarakat Rohingya.

Di sisi lain, Kemensos juga mendukung rencana kelanjutan program bantuan tersebut. Skemanya, ACT akan menjadi penampung sekaligus penyalur bantuan kemanusiaan dari masyarakat umum. "ACT akan mengkanalisasi bantuan kemanusiaan dari berbagai elemen masyarakat Indonesia. Utamanya yang berniat untuk membantu namun bingung hendak disalurkan lewat mana," ungkap Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa, di Jakarta, Rabu (13/9).

Konflik berkepanjangan di Rakhine State, Myanmar, dikatakannya, menimbulkan rasa empati sekaligus simpati masyarakat Indonesia.Terlebih dengan status Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia. Karenanya, lanjut dia, kanalisasi bantuan menjadi solusi bagi masyarakat umum yang berkeinginan membantu kelompok etnis muslim Rohingya tersebut.

"Kalau mereka (masyarakat) sudah tahu bisa menyumbang di mana, pasti lebih memudahkan," ujarnya. Karenanya, diharapkan ACT segera mengurus perizinan sebelum melakukan penggalangan dana masyarakat. Sementara, Kemensos akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait penyalurannya, mengingat bantuan itu akan disalurkan lintas negara. 

Sementara itu, Presiden ACT Ahyudin mengatakan, pihaknya bersedia jika diminta bantuan untuk mengumpulkan sekaligus menyalurkan bantuan masyarakat Indonesia. Belum lama ini ACT sendiri, imbuhnya, telah berhasil menyalurkan bantuan kepada etnis Muslim Rohingya.

Bantuan paket pangan berupa beras, tepung, minyak, garam, bawang, cabai, dan air mineral disalurkan lewat perbatasan antara Bangladesh dan Myanmar. "Myanmar masih melakukan blokade bantuan kemanusiaan, jadi saat ini dilaksanakan di perbatasan Bangladesh," jelas dia.

Rencananya, dalam waktu dekat ACT akan kembali menyalurkan bantuan kepada Muslim Rohingya berupa beras, permakanan dan pakaian. Bantuan akan dikirim melalui jalur laut.

Budi Seno P Santo
Wartawan Suara Karya sejak tahun 2005. Pernah meraih penghargaan jurnalistik M Husni Thamrin Award tahun 2008
Editor : Laksito Adi Darmono