logo

Tekuni Bisnis Prostitusi Online, Mahasiswa Dibekuk Polisi

  Tekuni Bisnis Prostitusi Online, Mahasiswa Dibekuk Polisi

Foto : Istimewa
Pengungkapan kasus itu bermula saat polisi mendapat informasi tentang adanya akun Facebook yang menawarkan menawarkan perempuan

SURABAYA (Suara Karya): Praktek prostitusi yang memanfaatkan dunia maya kembali diungkap jajaran kepolisian. Kali ini, seorang mahasiswa asal Mojokerto, Taufan Al Meizar (22), dibekuk polisi karena nekat berbisnis prostitusi menggunakan sosial media.

Menurut Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata, tersangka memanfaatkan akun Facebook miliknya untuk menawarkan perempuan-perempuan nakal. "Dia sengaja memasang nomor handphone di akun Facebooknya itu, agar bisa dihubungi para pria hidung belang," ujarnya, Selasa (12/9).

Pengungkapan kasus itu bermula saat polisi mendapat informasi tentang adanya akun Facebook yang menawarkan menawarkan perempuan. Petugas mencoba menghubungi akun tersebut dan mencoba membuat jebakan dengan cara memesan seorang perempuan.

Usai berkomunikasi dengan facebook, kedua belah pihak melakukan transaksi dan mengirim foto perempuan yang diperdagangkannya menggunakan WA (Whats App). Setelah ada kesepakatan tarif Rp 750 ribu, tersangka berjanji akan mengantar perempuan tersbeut ke sebuah hotel.

Tersangka yang tidak sadar sedang berurusan dengan aparat itu akhirnya hanya bisa pasrah saat ditangkap. "Saya baru satu kali menerima order, tapi sudah keburu ditangkap," ujar mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Malang tersebut.

Kepada polisi, tersangka yang warga Griya Permata Meri A-2/29 RT 001 RW 004, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto ini mengaku terpaksa menekuni bisnis ini karena himpitan ekonomi. Mahasiswa semester 7 ini mengaku mengenal para perempuan nakal itu melalui sebuah group WA.

Dalam perkembangannya, perempuan-perempuan itu meminta tersangka untuk dibantu dicarikan pria hidung belang. Tersangka yang sedang kesulitan ekonomi itu mengaku tertarik dan mulai menekuni bisnis haram tersebut.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa satu lembar kertas room bill hotel dengan kamar nomor 16 untuk tanggal 11 September 2017, berikut sejumlah uang. Polisi juga mengamankan dua handphone yang digunakan tersangka untuk melancarkan bisnis tersebut.

Oleh polisi, tersangka akan dijerat Pasal 30 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 35 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 296 KUHP dan 506 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama enam tahun.***

Andira
email: andirask@gmail.com
Editor : Dwi Putro Agus Asianto -