logo

Otak Pembobol Bank Sebutkan Hermanto Sebagai Penyogok

Dalam sidang lanjutan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara itu, Hari Suganda yang tampak tenang-tenang saja berkilah bukan dirinya yang mengurus orang-orang bank. Termasuk urusannya kredit bermasalahnya ke Bank Mandiri sebesar Rp 250 miliar

JAKARTA (Suara Karya): “Saksi lihai, lihai sekali, terbukti sejumlah bank dapat dibobol dengan mudah. Uangnya banyak iya?. Berapa-berapa saja orang-orang bank itu saksi berikan, ratusan juta rupiah atau miliaran rupiah,” tanya Ketua Majelis Hakim Maringan Sitompul kepada saksi Hari Suganda yang disebut-sebut sebagai aktor intelektual pembobolan tujuh bank mencapai Rp 0,5 triliun, di antaranya Bank Mandiri sebesar Rp 250 miliar.

Dalam sidang lanjutan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara itu, Hari Suganda yang tampak tenang-tenang saja berkilah bukan dirinya yang mengurus orang-orang bank. Termasuk urusannya kredit bermasalahnya ke Bank Mandiri sebesar Rp 250 miliar. “Yang mendekati orang bank, termasuk memberikan uangnya, Pak Hermanto. Saya tidak tahu berapa orang bank dikasih," ujar Hari.

Maajelis hakim langsung mengkroscek kepada terdakwa Dion Robert Renold Amalo dari Bank Mandiri, yang dalam surat dakwaan JPU Fedrick disebutkan menerima uang Rp 740 juta untuk menggolkan pengajuan kredit PT Rockit Aldeway (RA). “Betulkah terdakwa tidak menerima uang dari saksi Hari Suganda,” tanya Maringan Sitompul kepada terdakwa
Dion.

“Iya saya tidak pernah berurusan dengan saksi soal uang. Saya menerima uang tersebut dari Pak Hermanto,” jelas terdakwa Dion.

Mendengar pengakuan terdakwa dan saksi Hari Suganda tersebut, majelis hakim memerintahkan jaksa untuk menghadirkan Hermanto pada sidang berikutnya. Selain itu, majelis juga meminta jaksa agar menghadirkan saksi lainnya yang tahu proses pengukuran kredit Bank Mandiri ke PT RA.

“Diusahakan Roslina Butar-butar dari Bank Mandiri (pusat) juga dihadirkan. Saksi sebelumnya menyebut-sebut saksi ini tahu bahkan ikut menyetujui pengukuran kredit ke PT RA,” tutur Maringan Sitompul yang diamini jaksa.

Majelis sempat mempertanyakan terhadap saksi Hari Suganda apa kiatnya sehingga permohonan kreditnya dikabulkan Bank Mandiri dan sejumlah bank lainnya. Apakah agunan yang diajukan tumpang-tindih dan fiktif?.

Saksi Hari Suganda masih saja menyebut asetnya cukup banyak untuk dijadikan agunan pinjamannya. “Kalau banyak dan cukup kenapa ada yang fiktif dan ada dokumen-dokumen palsu? Tumpang-tindih boleh jadi juga iya,” tanya Maringan lagi.“Tidak Pak Hakim,” jawab Hari Suganda masih saja tampak tenang-tenang meski sejumlah bank yang dibobolnya menunggunya di pengadilan.
 
Saat ini Hari Suganda tengah ditahan di Bareskrim Polri. Meski demikian, lelaki atletis dan tampak suka tebar pesona ini dikawal sejumlah orang yang diduga bukan dari kepolisian. Ada pengawal di kiri-kanan. Ada juga seseorang yang membawa tas berisi keperluannya.

Terdakwa Dion, salah pemegang kebijakan/penentu dalam pengucuran kredit di Bank Mandiri Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dia diduga terlibat menggerogoti uang bank pelat merah itu dengan menerima imbalan Rp 740 juta atas persetujuan pengukuran kredit ke PT Rockit Aldeway (RA) sebesar Rp 250 miliar.

Meski untuk kredit sebesar itu bukan lagi kewenangan atau kelasnya Bank Mandiri Kelapa Gading, permohonan kredit PT RA tetap diproses bahkan dikabulkan. Akhirnya kredit itu bermasalah atau macet mengakibatkan Bank Mandiri mengalami kerugian ratusan miliar rupiah.***

Wilmar Pasaribu
Editor :